
sawitsetara.co – Petani kelapa sawit rakyat memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan energi nasional. Dengan kontribusi lebih dari 40 persen terhadap total perkebunan kelapa sawit Indonesia, penguatan produktivitas kebun rakyat menjadi salah satu faktor penting dalam menjamin keberlanjutan pasokan bahan baku industri, termasuk untuk pengembangan biodiesel.
Hal tersebut disampaikan Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian, Dr. Iim Mucharam, S.P., M.P., mewakili Dirjenbun saat menyampaikan sambutan dalam Pertemuan Nasional Petani Kelapa Sawit Indonesia (PENAS III) yang diselenggarakan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), sekaligus memperingati HUT ke-26 APKASINDO.
Dalam kesempatan tersebut, Iim menyampaikan pesan pemerintah mengenai pentingnya peran petani sawit dalam mendukung agenda strategis nasional, terutama swasembada pangan, swasembada energi, dan hilirisasi.
Menurutnya, kelapa sawit bukan sekadar komoditas perdagangan, melainkan salah satu penopang perekonomian nasional. Industri sawit berkontribusi terhadap penerimaan negara, menyediakan lapangan kerja bagi jutaan keluarga, serta mendukung pengembangan energi terbarukan melalui produk turunannya.
“Kelapa sawit bukan sekadar komoditas biasa. Sawit merupakan komoditas strategis nasional, motor penopang ekonomi kerakyatan, sekaligus fondasi utama dalam pencapaian Asta Cita pemerintah,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut.
Iim juga menyoroti tantangan yang masih dihadapi petani sawit rakyat, mulai dari persoalan produktivitas dan kesehatan tanaman hingga keterbatasan akses terhadap benih unggul bersertifikat.
Menurutnya, tantangan tersebut perlu dijawab melalui penguatan sektor hulu, termasuk perbaikan kualitas tanaman dan percepatan peremajaan sawit rakyat. Dengan kebun yang sehat dan produktif, petani diharapkan dapat meningkatkan hasil panen sekaligus memperkuat posisi tawar dalam rantai pasok industri kelapa sawit.
Lebih lanjut, Iim menegaskan bahwa pengembangan energi berbasis kelapa sawit membutuhkan keterlibatan aktif petani rakyat. Kebijakan mandatori biodiesel, termasuk pengembangan B50, menempatkan sawit sebagai salah satu komoditas penting dalam mendukung agenda kemandirian energi nasional.
Namun, menurutnya, upaya tersebut harus dibarengi dengan penguatan produktivitas perkebunan rakyat serta integrasi antara sektor hulu dan hilir.
“Jika kebun rakyat sehat, produktif, dan terintegrasi dengan industri hilir, pasokan bahan baku energi nasional akan terjamin dari dalam negeri,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara petani, koperasi, lembaga pengelola, perusahaan perkebunan, dan industri pengolahan perlu diperkuat untuk membangun ekosistem industri sawit yang berkeadilan.
Petani, lanjutnya, harus memiliki posisi tawar yang kuat dalam rantai pasok industri kelapa sawit, sehingga manfaat ekonomi dari pengembangan industri dapat dirasakan secara lebih luas.
Dalam sambutannya, Iim juga menegaskan komitmen Kementerian Pertanian untuk terus membuka ruang komunikasi dan mendukung kebutuhan petani kelapa sawit Indonesia.
Momentum PENAS III dan HUT ke-26 APKASINDO diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkuat soliditas organisasi petani serta mempercepat pelaksanaan peremajaan sawit rakyat secara masif, terukur, dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani.
Ia menekankan bahwa petani sawit tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perkembangan industri di negeri sendiri, tetapi harus menjadi pelaku utama yang mandiri, sejahtera, dan berdaulat.
Melalui kolaborasi pemerintah, organisasi petani, dan pelaku industri, penguatan perkebunan rakyat diharapkan dapat berjalan seiring dengan agenda hilirisasi dan pengembangan energi terbarukan.
PENAS III sekaligus peringatan HUT ke-26 APKASINDO menjadi momentum untuk memperkuat peran organisasi petani dalam memperjuangkan kepentingan pekebun sawit rakyat serta mendukung pembangunan industri kelapa sawit Indonesia yang produktif dan berkelanjutan.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *