KONSULTASI
Logo

Gulat Manurung dan Peran Strategisnya dalam Konsolidasi Petani Sawit

5 September 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Gulat Manurung dan Peran Strategisnya dalam Konsolidasi Petani Sawit

sawitsetara.co - JAKARTA — Peran Ketua Umum DPP APKASINDO Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO, dinilai dibutuhkan dalam memperkuat perjuangan dan konsolidasi petani kelapa sawit swadaya di Indonesia.

Pengalaman, jaringan, serta kemampuannya membangun hubungan dengan petani menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai persoalan industri sawit.

Pandangan tersebut disampaikan Dermawan Harry Oetomo, pemerhati sawit dari DPP APKASINDO. Menurut dia, keberadaan seorang pemimpin yang mampu bekerja langsung di tengah petani menjadi faktor penting bagi keberlangsungan organisasi petani sawit.

Dermawan menilai kemampuan mengoordinasikan organisasi petani di wilayah yang luas bukan pekerjaan sederhana. Ia menyebut APKASINDO saat ini memiliki jaringan kerja di 25 provinsi dan 167 kabupaten.

“Betapapun hebatnya sebuah organisasi petani sawit swadaya se-Indonesia tanpa ada peranan dari kehadiran sosok yang tangguh dan gigih sebagai seorang pimpinan yang berkepribadian yang cukup terbukti merakyat,” kata Dermawan dalam keterangannya.

DPP

Menurut dia, koordinasi organisasi petani dari tingkat provinsi hingga pedesaan membutuhkan kepemimpinan yang kuat, sekaligus kemampuan memahami persoalan yang dihadapi petani di lapangan.

Dermawan menyebut jumlah keluarga petani sawit yang berada dalam ekosistem perkebunan rakyat sangat besar. Karena itu, mengelola organisasi dengan cakupan wilayah yang luas memerlukan ketekunan, pengalaman, dan pendekatan yang mampu menyatukan berbagai kepentingan.

“Bukanlah suatu momentum pekerjaan yang begitu mudah ibarat membalikkan telapak tangan karena tanpa ditangani oleh tangan yang dingin dan atas izin Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Selain di tingkat nasional, Dermawan menilai peran Gulat juga semakin strategis karena mendapat mandat dari sejumlah asosiasi petani sawit swadaya dari negara-negara penghasil sawit dunia.

Menurut dia, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan dan pengalaman Gulat tidak hanya mendapatkan perhatian dari petani sawit di Indonesia, tetapi juga mulai mendapat kepercayaan dari komunitas petani sawit internasional.

“Di sinilah diperlukan peranan penting dari sosok yang penuh rasa manajemen hubungan bapak dan anak sehingga mampu mempersatukan segalanya secara established,” kata Dermawan.

DPP

Ia berharap Gulat tetap diberikan kesehatan dan umur panjang untuk menjalankan amanah kepemimpinannya serta terus memperjuangkan kepentingan petani sawit.

“Semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan dan umur yang panjang untuk tetap mengemban amanah jabatan,” ujar Dermawan.

Dermawan menegaskan, konsolidasi petani sawit membutuhkan figur yang mampu menjembatani kepentingan petani, organisasi, pemerintah, dan pemangku kepentingan industri sawit. Kepemimpinan yang dekat dengan petani, menurut dia, menjadi salah satu fondasi penting untuk menjaga kekuatan organisasi petani sawit swadaya di Indonesia.

Tags:

APKASINDO

Berita Sebelumnya
Sawit Rakyat Kutim Mulai Menua, Pemkab Siapkan PSR Sekaligus Benahi Legalitas dan Kualitas Kebun

Sawit Rakyat Kutim Mulai Menua, Pemkab Siapkan PSR Sekaligus Benahi Legalitas dan Kualitas Kebun

Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, mengatakan pelaksanaan PSR harus sekaligus menjadi momentum untuk membenahi berbagai persoalan yang selama ini dihadapi perkebunan rakyat. Mulai dari kualitas bibit, kepastian legalitas lahan, kelembagaan petani hingga akses pembiayaan.

4 September 2026PSR

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *