KONSULTASI
Logo

Harga CPO 2026 Diproyeksi Capai RM4.350, Biodiesel dan El Nino Jadi Pendorong

13 Mei 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Harga CPO 2026 Diproyeksi Capai RM4.350, Biodiesel dan El Nino Jadi Pendorong

sawitsetara.co - KUALA LUMPUR — Sejumlah bank investasi di Malaysia memperkirakan harga crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah berada pada kisaran RM4.250 hingga RM4.350 per ton pada 2026. Proyeksi itu didorong meningkatnya permintaan biodiesel serta potensi terjadinya fenomena El Nino yang lebih kuat.

Dalam catatan risetnya, Kenanga Investment Bank menyebut pelaku industri perkebunan juga diperkirakan menghadapi kenaikan biaya pupuk dan energi mulai semester II 2026. Meski demikian, sektor perkebunan dipandang masih akan memperoleh keuntungan dari konflik di Asia Barat yang turut menopang kenaikan harga CPO.

Sawit Setara Default Ad Banner

Harga komoditas tersebut tercatat melonjak dari RM4.019 per ton pada Januari menjadi RM4.568 per ton pada April, seiring pertumbuhan permintaan yang tetap kuat di kisaran tiga hingga empat persen serta meningkatnya kebutuhan biodiesel berbasis sawit.

“Peluang harga CPO bertahan kuat setelah semester pertama 2026 hingga tahun buku 2027 kini semakin besar karena meningkatnya kemungkinan terjadinya El Nino yang sangat kuat,” tulis Kenanga IB, dikutip Bernama.com.

Menurut bank investasi itu, secara historis El Nino tidak terlalu berdampak pada hasil produksi kelapa sawit, bahkan pada kategori kuat sekalipun. Namun, kondisi El Nino yang sangat kuat berpotensi mengganggu fase pembungaan tanaman sehingga memengaruhi produksi tandan buah segar (FFB) pada musim berikutnya.

“Di masa lalu, Indonesia juga tercatat lebih sedikit terdampak dibanding Malaysia saat El Nino kategori sangat kuat terjadi, kemungkinan karena usia tanaman yang lebih muda dan area perkebunan yang lebih tersebar.”

Sawit Setara Default Ad Banner

Kenanga IB menambahkan, El Nino yang sangat kuat secara umum dapat menekan produksi regional sebesar dua hingga sembilan persen pada tahun berikutnya. Kondisi itu dinilai berpotensi mendorong harga CPO naik lagi sekitar lima hingga 10 persen.

Bank investasi tersebut tetap mempertahankan rekomendasi “overweight” untuk sektor perkebunan, dengan asumsi harga CPO sebesar RM4.250 per ton pada 2026 dan RM4.200 per ton pada 2027.

Sementara itu, Hong Leong Bank Investment Bank juga mempertahankan asumsi harga CPO 2026 di level RM4.350 per ton. Untuk jangka panjang, proyeksi harga tetap di RM4.200 per ton mulai 2027.

“Kami mempertahankan pandangan ‘overweight’ terhadap sektor ini, didukung kekuatan harga CPO jangka pendek akibat tingginya harga minyak mentah,” demikian pernyataan pihak Hong Leong IB.

Namun demikian, mereka mengingatkan bahwa siklus kenaikan harga saat ini kemungkinan hanya berlangsung di awal periode, sementara risiko jangka menengah dapat muncul dari penyesuaian pasokan minyak nabati pesaing.


Berita Sebelumnya
Harga TBS Plasma Riau Periode 13–19 Mei 2026 Naik, Usia 9 Tahun Tembus Rp3.900,46/Kg

Harga TBS Plasma Riau Periode 13–19 Mei 2026 Naik, Usia 9 Tahun Tembus Rp3.900,46/Kg

Pemerintah Provinsi Riau kembali menetapkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit pola kemitraan plasma untuk periode Rabu–Selasa, 13–19 Mei 2026. Berdasarkan hasil penetapan tersebut, harga TBS sawit mengalami kenaikan.

12 Mei 2026Harga TBS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *