
sawitsetara.co - Harga minyak sawit mentah (CPO) kembali menunjukkan taringnya di akhir pekan perdagangan. Kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives ditutup menguat, didorong lonjakan harga energi global serta sentimen positif dari minyak nabati pesaing.
Penguatan ini tak lepas dari reli harga minyak mentah dunia. Minyak mentah jenis Brent tercatat melonjak 2,52 persen ke level US$110,70 per barel, memberikan dorongan tambahan bagi komoditas berbasis minyak seperti CPO.
Pedagang independen dari Iceberg X Sdn Bhd, David Ng, menilai pasar saat ini berada dalam fase yang cukup solid. Ia menyebut level support CPO bertahan di kisaran RM4.580 per ton, dengan peluang menguji resistance di RM4.700 per ton.
“Selama harga mampu bertahan di atas support tersebut, tren penguatan masih terbuka,” ujarnya.
Sentimen positif juga datang dari pasar minyak nabati global. Kenaikan harga minyak kedelai turut mengerek daya tarik CPO di pasar internasional. Analis senior Fastmarkets Palm Oil Analytics, Sathia Varqa, menyebut penguatan ini sebagai kelanjutan tren positif dari sesi sebelumnya.
“Pasar ditopang oleh kenaikan minyak nabati lain yang memperkuat sentimen secara keseluruhan,” katanya.
Pada penutupan perdagangan, mayoritas kontrak mencatat kenaikan signifikan. Kontrak April 2026 naik RM39 menjadi RM4.540 per ton, sementara Mei 2026 menguat RM37 ke RM4.611 per ton. Juni 2026 mencatat kenaikan terbesar sebesar RM48 ke level RM4.631 per ton.
Kenaikan juga berlanjut pada kontrak jangka menengah. Juli 2026 naik RM52 menjadi RM4.620 per ton, diikuti Agustus 2026 yang turut menguat RM52 ke RM4.597 per ton. Sementara itu, kontrak September 2026 bertambah RM49 menjadi RM4.570 per ton.
Dari sisi aktivitas pasar, volume perdagangan melonjak tajam menjadi 119.026 lot dibandingkan 87.914 lot pada sesi sebelumnya. Open interest juga meningkat menjadi 236.911 kontrak, mencerminkan minat pelaku pasar yang masih kuat terhadap CPO.
Di pasar fisik, harga CPO untuk April Selatan ikut terdongkrak RM10 ke posisi RM4.560 per ton.
Dengan kombinasi dukungan dari pasar energi dan minyak nabati global, pelaku pasar kini menanti apakah CPO mampu menembus level psikologis RM4.700 per ton dalam waktu dekat.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *