KONSULTASI
Logo

Harga Referensi CPO Januari 2026 Turun ke US$915,64, Pasar Sawit Global Lesu

2 Januari 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Harga Referensi CPO Januari 2026 Turun ke US$915,64, Pasar Sawit Global Lesu
HOT NEWS

sawitsetara.co - Awal tahun 2026 tak membawa kabar manis bagi industri kelapa sawit nasional. Saat produksi crude palm oil (CPO) melimpah, justru pasar global bergerak sebaliknya. Permintaan melemah, harga tertekan, dan sinyal perlambatan pun kian nyata.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi menetapkan harga referensi (HR) CPO periode Januari 2026 sebesar 915,64 dolar AS per metrik ton (MT). Angka ini turun 10,51 dolar AS atau 1,13 persen dibanding HR Desember 2025 yang masih bertengger di level 926,14 dolar AS per MT. Penurunan ini menjadi penanda bahwa sektor sawit tengah memasuki fase penuh tekanan.

Lesunya harga tak lepas dari membanjirnya pasokan global, terutama dari Malaysia, yang tidak diiringi peningkatan permintaan. “HR CPO Januari 2026 turun dibanding periode Desember 2025 karena adanya peningkatan produksi, terutama dari Malaysia, yang tidak diikuti peningkatan permintaan, serta penguatan mata uang ringgit terhadap dolar AS,” ujar Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana.

Sawit Setara Default Ad Banner

Tommy menjelaskan, penetapan HR CPO mengacu pada rata-rata harga internasional periode 20 November–19 Desember 2025. Selama periode tersebut, harga CPO di bursa Indonesia tercatat 853,13 dolar AS per MT, di bursa Malaysia sebesar 978,14 dolar AS per MT, sementara harga di pelabuhan Rotterdam mencapai 1.187,25 dolar AS per MT.

Namun, karena selisih harga antar sumber melebihi 40 dolar AS, sesuai Permendag Nomor 35 Tahun 2025, perhitungan HR CPO hanya menggunakan dua sumber harga yang berada di posisi median dan paling mendekati median. Alhasil, harga dari bursa Indonesia dan Malaysia menjadi acuan utama, yang kemudian menetapkan HR di level 915,64 dolar AS per MT.

Penurunan HR ini langsung berdampak pada kewajiban ekspor. Mengacu pada PMK Nomor 38 Tahun 2024 jo PMK Nomor 68 Tahun 2025, pemerintah menetapkan bea keluar (BK) CPO sebesar 74 dolar AS per MT untuk periode 1–31 Januari 2026.

Sementara itu, berdasarkan PMK Nomor 69 Tahun 2025, pungutan ekspor (PE) CPO ditetapkan sebesar 10 persen dari HR CPO, atau sekitar 91,56 dolar AS per MT.

Sawit Setara Default Ad Banner

Kombinasi harga yang menurun dan beban ekspor yang tetap berjalan menjadi tantangan serius bagi industri sawit nasional. Di tengah produksi yang melimpah, pelaku usaha terutama petani kembali berada di posisi paling rentan.

Awal tahun yang seharusnya membawa harapan justru dibuka dengan ironi. Sawit berlimpah, tapi pasar enggan menyambut. Sebuah peringatan dini bahwa industri andalan ini sedang menghadapi ujian berat.


Berita Sebelumnya
Akademisi Ingatkan Ancaman Hama dan Penyakit, Deteksi Dini Jadi Penentu Produksi Sawit

Akademisi Ingatkan Ancaman Hama dan Penyakit, Deteksi Dini Jadi Penentu Produksi Sawit

Ancaman hama dan penyakit masih menjadi salah satu faktor krusial yang menentukan keberhasilan produksi kelapa sawit.

1 Januari 2026 | Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *