KONSULTASI
Logo

Harga Referensi CPO Malaysia Naik ke RM4.452 per Ton, Bea Ekspor Oktober Tetap 10%

16 September 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Harga Referensi CPO Malaysia Naik ke RM4.452 per Ton, Bea Ekspor Oktober Tetap 10%

sawitsetara.co – Malaysia kembali menaikkan harga referensi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) untuk Oktober 2026. Namun, kenaikan tersebut belum mengubah tarif bea ekspor CPO yang tetap bertahan pada level maksimum 10%.

Mengutip Reuters, Selasa (15/9/2026), berdasarkan surat edaran yang dipublikasikan melalui situs Malaysian Palm Oil Board (MPOB), Malaysia menetapkan harga referensi CPO Oktober 2026 sebesar RM4.452,66 per metrik ton, atau sekitar US$1.091,34 per ton.

Angka tersebut meningkat RM60,34 per ton dibandingkan harga referensi September 2026 yang berada di level RM4.392,32 per ton.

Meski harga referensi mengalami kenaikan, posisi tersebut masih berada dalam kelompok harga yang dikenakan tarif ekspor tertinggi. Berdasarkan struktur pajak ekspor CPO Malaysia, tarif mulai dari 3% ketika harga berada pada kisaran RM2.250–RM2.400 per ton dan meningkat secara bertahap seiring kenaikan harga.

Tarif maksimum 10% berlaku ketika harga CPO berada di atas RM4.050 per ton. Dengan harga referensi Oktober yang mencapai RM4.452,66 per ton, tarif bea ekspor Malaysia otomatis tetap berada pada level maksimum tersebut.

apkasindo

Harga Naik, Tarif Ekspor Tetap Maksimal

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga referensi CPO Malaysia pada Oktober belum cukup untuk mendorong perubahan tarif ekspor. Sebab, harga sudah berada jauh di atas ambang batas RM4.050 per ton yang menjadi batas untuk tarif 10%.

Sebagai pembanding, pada September 2026 Malaysia menetapkan harga referensi CPO sebesar RM4.392,32 per ton dan juga memberlakukan bea ekspor 10%.

Dengan demikian, kenaikan harga referensi dari September ke Oktober sebesar sekitar 1,37% tidak mengubah besaran pungutan ekspor CPO Malaysia.

Kurs yang digunakan dalam perhitungan tersebut adalah US$1 setara dengan RM4,0800, sehingga harga referensi Oktober RM4.452,66 per ton setara dengan sekitar US$1.091,34 per ton.

Malaysia Pertahankan Bea Ekspor di Tengah Harga CPO Tinggi

Malaysia merupakan salah satu pemain utama dalam perdagangan minyak sawit dunia dan berada di posisi eksportir sawit terbesar kedua setelah Indonesia.

apkasindo

Pergerakan harga referensi dan kebijakan bea ekspor Malaysia menjadi salah satu indikator yang turut diperhatikan pelaku pasar sawit global. Harga CPO Malaysia sendiri sepanjang 2026 bergerak pada level relatif tinggi. Pada Agustus, misalnya, harga referensi ditetapkan sebesar RM4.412,19 per ton dan tarif ekspornya juga berada di level 10%.

Untuk Oktober, pemerintah Malaysia kembali mempertahankan tarif tersebut karena harga referensi masih berada di atas ambang RM4.050 per ton.

Artinya, kenaikan harga referensi CPO Malaysia belum mengubah struktur pungutan ekspor. Untuk Oktober 2026, setiap kenaikan harga di atas ambang tersebut tetap berada dalam skema tarif maksimum 10%.

Tags:

CPO

Berita Sebelumnya
NEXT Indonesia Center Dorong Audit Transaksi CPO untuk Ungkap Dugaan Underinvoicing

NEXT Indonesia Center Dorong Audit Transaksi CPO untuk Ungkap Dugaan Underinvoicing

NEXT Indonesia Center mendorong pemerintah memperkuat pemeriksaan dugaan transfer pricing dan underinvoicing minyak sawit mentah atau CPO dengan melakukan audit hingga tingkat transaksi. Penelusuran, menurut lembaga tersebut, tidak cukup hanya berdasarkan temuan perbedaan harga ekspor.

15 September 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *