KONSULTASI
Logo

Harga TBS di Luwu Utara Rendah, Petani Pilih Jual Sawit ke Sulawesi Tengah

7 Mei 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Harga TBS di Luwu Utara Rendah, Petani Pilih Jual Sawit ke Sulawesi Tengah

sawitsetara.co - MASAMBA — Rendahnya harga tandan buah segar (TBS) sawit di Kabupaten Luwu Utara dan Luwu Timur membuat banyak petani memilih menjual hasil panennya ke Sulawesi Tengah. Akibatnya, sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) di Sulawesi Selatan mulai mengalami penurunan pasokan bahan baku meski musim panen raya masih berlangsung.

Perbedaan kondisi itu terlihat jelas dalam beberapa pekan terakhir. Jika pada 23 April lalu antrean kendaraan pengangkut sawit sampai memadati jalan menuju PKS hingga dua malam, kini suasana di sejumlah pabrik mulai lengang.

Di beberapa lokasi, hanya tampak satu hingga lima truk yang menunggu giliran timbang. Salah satunya terlihat di PKS PT Surya Sawit Sejahtera di Kecamatan Tanalili, Kabupaten Luwu Utara. Kondisi terbaru di kawasan pabrik itu tampak jauh lebih sepi dibanding situasi sebelumnya yang dipenuhi antrean truk dan mobil pengangkut TBS.

Sawit Setara Default Ad Banner

Berdasarkan temuan di lapangan, penurunan pasokan itu dipicu banyaknya TBS dari Luwu Utara dan Luwu Timur yang dijual ke Sulawesi Tengah karena harga di provinsi tersebut lebih tinggi.

Setiap malam, puluhan truk besar bermuatan 15 hingga 23 ton dilaporkan melintas di kawasan Mangkutana yang menjadi jalur perbatasan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.

Harga TBS di Sulawesi Tengah saat ini berada di kisaran Rp 2.980 hingga Rp 3.300 per kilogram. Sementara harga pembelian di PKS wilayah Luwu Utara dan Luwu Timur hanya sekitar Rp 2.479 hingga Rp 2.500 per kilogram.

Selisih harga ratusan rupiah per kilogram itu membuat petani dan pedagang pengumpul memilih menjual hasil panen ke luar daerah demi memperoleh keuntungan lebih tinggi.

“Kami terpaksa membawa TBS ke Sulteng karena harga di sana lebih bagus,” ujar seorang petani sekaligus pengumpul TBS di Luwu Utara.

Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa harga pembelian TBS di Sulawesi Selatan belum kompetitif dibanding daerah tetangga. Di tengah tingginya biaya angkut dan operasional kebun, petani cenderung memilih pasar dengan harga lebih menguntungkan.

Sawit Setara Default Ad Banner

Wakil Ketua APKASINDO Sulawesi Selatan, H. Rafiuddin, berharap perusahaan PKS di Sulawesi Selatan mengikuti harga yang telah ditetapkan pemerintah provinsi atau setidaknya mendekati harga yang berlaku di Sulawesi Tengah.

Menurut dia, harga penetapan pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan saat ini berada di angka Rp 2.827 per kilogram.

“Kami tidak bisa mengintervensi petani maupun pedagang pengumpul, mau jual ke mana TBS mereka. Kami hanya berharap keputusan bersama dengan Dinas TPH-BUN diikuti agar TBS kita di Sulawesi Selatan tidak menyebrang ke provinsi lain,” kata Rafiuddin, Rabu (6/5/2026).

Ia menilai perpindahan TBS ke provinsi lain tidak hanya berdampak terhadap pasokan PKS di Sulawesi Selatan, tetapi juga berpotensi mempengaruhi penerimaan daerah dari sektor sawit.

“Pemerintah juga bakal kehilangan DBH sawit apabila TBS terus menerus menyebrang ke daerah lain, sebab perhitungan alokasi DBH sawit selain berdasarkan luas lahan perkebunan sawit per kabupaten/kota penghasil juga dihitung produktivitas lahan sawit,” ujarnya.

Tags:

harga TBS

Berita Sebelumnya
Ancaman di Balik Wacana Penutupan PKS Tanpa Kebun

Ancaman di Balik Wacana Penutupan PKS Tanpa Kebun

Guru Besar IPB ini menilai, keberadaan PKS tanpa kebun selama ini memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan pasar, terutama bagi petani swadaya.

6 Mei 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *