KONSULTASI
Logo

Iim Mucharam: Hilirisasi Sawit Harus Berjalan Seiring Peningkatan Produktivitas

10 Agustus 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Iim Mucharam: Hilirisasi Sawit Harus Berjalan Seiring Peningkatan Produktivitas

sawitsetara.co - PEKANBARU — Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian menilai penguatan hilirisasi industri kelapa sawit harus berjalan beriringan dengan peningkatan produksi dan produktivitas perkebunan.

Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian Iim Mucharam mengatakan Indonesia sebagai produsen sawit terbesar perlu memastikan peningkatan produksi tetap memperhatikan aspek keberlanjutan.

Hal itu disampaikan Iim dalam penutupan Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2026 di Ska Co-Ex, Pekanbaru, Sabtu (8/8/2026).

Menurut Iim, kebutuhan terhadap sawit akan terus berkembang, baik untuk pangan, energi maupun industri. Karena itu, peningkatan produksi menjadi pekerjaan penting yang harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Bagaimana kita meningkatkan produksi kelapa sawit ini untuk memenuhi kebutuhan makanan, energi, dan industri, tentunya tanpa mengorbankan aspek-aspek keberlanjutan,” katanya.

apkasindo

Namun, peningkatan produksi sawit, kata dia, tidak dapat dilakukan dengan pendekatan business as usual. Masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diperkuat, mulai dari perbenihan, praktik budi daya, kualitas sumber daya manusia hingga pengelolaan ekosistem.

“Peningkatan produksi sawit ini bukan pendekatan business as usual, tetapi kita juga banyak sekali PR yang perlu kita tingkatkan, bagaimana berdaya masalah benih, masalah cultural practices, kualitas sumber daya manusia, kemudian masalah ekosistem yang masuk, itu masih banyak sekali yang perlu kita tingkatkan,” ujar dia.

Di sisi lain, Iim melihat peluang pengembangan industri sawit masih sangat besar, khususnya melalui pemanfaatan biomassa, biogas dan biofuel.

Menurutnya, hilirisasi tidak sekadar mengubah bahan mentah menjadi produk lain, tetapi harus mampu menciptakan produk bernilai lebih tinggi.

“Hilirisasi di sini tentunya tidak hanya bagaimana kita menjual bahan mentah, tetapi juga mampu mengolah CPO ini menjadi berbagai produk bernilai,” katanya.

apkasindo

Namun, hilirisasi membutuhkan pasokan bahan baku yang cukup. Karena itu, pengembangan industri hilir harus dilakukan bersamaan dengan peningkatan produktivitas perkebunan.

“Hilirisasi tentunya tidak akan berjalan tanpa ketersediaan bahan-bahan yang cukup. Oleh karena itu, salah satu yang harus kita tekankan di sini bagaimana hilirisasi ini berjalan beriringan dengan peningkatan produksi dan produktivitas,” kata Iim.

Iim menambahkan, peningkatan produksi tidak semata-mata dilakukan melalui perluasan areal. Pemerintah mendorong optimalisasi areal yang sudah ada melalui peremajaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, serta dukungan pembiayaan.

“Untuk peningkatan areal, kita tidak semata-mata untuk peningkatan tersebut, kita harus benar-benar ... pada areal yang sudah ada,” ujarnya.

Ia mengatakan kolaborasi menjadi kunci karena pembangunan industri sawit tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah membutuhkan dunia usaha, sementara dunia usaha membutuhkan pekebun, teknologi, pembiayaan, tenaga kerja, pendampingan dan akses pasar.

“Industri sawit tidak mungkin hanya dilakukan oleh satu pihak. Pemerintah membutuhkan dunia usaha, dunia usaha membutuhkan pekebun, pekebun membutuhkan teknologi, pembiayaan, tenaga kerja, pendampingan, dan akses pasar,” tambahnya.

Iim berharap kolaborasi tersebut dapat memperkuat industri sawit Indonesia agar semakin inklusif, inovatif, berkelanjutan dan memiliki daya saing global.

Tags:

HilirisasiHilirisasi SawitBerita SawitSawit

Berita Sebelumnya
Sekda Riau Sebut Produktivitas Jadi Kunci Transformasi Industri Sawit, Hilirisasi Tak Cukup Hanya Bangun Pabrik

Sekda Riau Sebut Produktivitas Jadi Kunci Transformasi Industri Sawit, Hilirisasi Tak Cukup Hanya Bangun Pabrik

Pemerintah Provinsi Riau mendorong peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit sebagai salah satu kunci memperkuat industri sawit tanpa harus membuka lahan baru. Di sisi lain, industrialisasi sawit dinilai tidak cukup hanya dengan membangun pabrik, tetapi harus ditopang ekosistem yang kuat dari hulu hingga hilir.

8 Agustus 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *