
sawitsetara.co - JAKARTA — Indonesia mulai menjadi rujukan sejumlah negara dalam pengembangan biodiesel setelah berhasil mengimplementasikan pencampuran solar dengan 50 persen bahan bakar berbasis minyak sawit atau B50.
Ketertarikan terhadap program tersebut datang dari sejumlah negara, termasuk Jepang, Malaysia, dan negara-negara Eropa. Mereka mempelajari penerapan B50 di Indonesia, mulai dari aspek teknis hingga regulasi.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan posisi tersebut tidak terlepas dari serangkaian pengujian yang dilakukan Indonesia. Salah satunya melalui road test B50 yang melibatkan berbagai pengguna dan kendaraan.
“Berbagai uji ketahanan ini telah dibuktikan oleh user dan baru saat road test B50 ini banyak sekali diikuti oleh user, dan kali ini juga baru diikuti oleh mesin-mesin bermerek dari Eropa,” kata Eniya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Menurut Eniya, pengujian tersebut menjadi bagian penting dalam membuktikan kesiapan B50 sebelum diterapkan secara luas. Penggunaan mesin dari berbagai merek juga memberikan gambaran mengenai kemampuan bahan bakar campuran sawit tersebut terhadap beragam teknologi mesin.
Keberhasilan Indonesia menguji B50 kemudian menarik perhatian negara lain. Sejumlah negara mulai datang untuk mempelajari pengalaman Indonesia dalam mengembangkan bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit.
“Jadi pertama kali Indonesia melakukan pengujian ini dan banyak yang mengikuti, bahkan sekarang menjadi ketertarikan negara-negara lain sekarang belajar ke kami. Jadi ada dari Jepang, dari Malaysia, dari Eropa sekarang datang belajar ke kami, Pak,” ujar Eniya.
Eniya menilai perkembangan tersebut memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan energi terbarukan berbasis sawit. Indonesia tidak hanya menjadi produsen bahan baku, tetapi juga mengembangkan pemanfaatannya untuk kebutuhan energi domestik.
Program B50 sekaligus menjadi bagian dari strategi pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Pemanfaatan minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Dengan pengalaman pengujian dan penerapan B50, Indonesia berpeluang memperluas kerja sama dengan negara lain dalam pengembangan teknologi, regulasi, dan pemanfaatan bahan bakar nabati berbasis sawit.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *