KONSULTASI
Logo

Kadisbun Riau Lepas Mahasiswa Beasiswa Sawit: Belajar dan Kembali Bawa Keberhasilan

21 September 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorEditor
Kadisbun Riau Lepas Mahasiswa Beasiswa Sawit: Belajar dan Kembali Bawa Keberhasilan

sawitsetara.co - PEKANBARU — Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Supriadi, S.Hut., MT., secara resmi melepas mahasiswa penerima Beasiswa SDM Sawit 2026 asal Riau untuk melanjutkan pendidikan ke sejumlah perguruan tinggi di luar daerah.

Pelepasan tersebut berlangsung dalam kegiatan yang digelar DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Provinsi Riau di Asrama Haji Pekanbaru, Senin (21/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan APKASINDO terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit.

Dalam sambutannya, Supriadi menyampaikan ucapan selamat kepada para mahasiswa yang berhasil mendapatkan beasiswa. Ia mengingatkan para penerima beasiswa agar memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya untuk menuntut ilmu dan membangun masa depan.

“Jangan berhenti belajar karena ini adalah tahap paling awal kita untuk menjadi lebih baik di masa yang akan datang,” pesan Supriadi kepada para mahasiswa.

apkasindo

Ia juga meminta mahasiswa menjaga nama baik orang tua, daerah, dan asosiasi yang telah mendukung mereka memperoleh kesempatan pendidikan tersebut. Menurutnya, para mahasiswa akan menghadapi lingkungan baru yang jauh dari keluarga sehingga diperlukan kedisiplinan dan kemampuan menjaga diri.

Supriadi menekankan pentingnya prestasi akademik selama menjalani pendidikan. Ia mendorong mahasiswa untuk belajar maksimal dan berupaya meraih indeks prestasi kumulatif (IPK) yang tinggi karena capaian akademik dapat membuka peluang yang lebih besar setelah lulus.

“Dapatkan hasil yang maksimal,” pesannya.

Selain prestasi akademik, Supriadi mengingatkan mahasiswa agar berhati-hati dalam memilih lingkungan pergaulan selama berada di perantauan. Ia meminta mahasiswa tetap fokus pada tujuan utama mereka, yakni menyelesaikan pendidikan dan menjadi generasi penerus sektor perkebunan kelapa sawit.

“Kita adalah anak pekebun. Kita adalah harapan dari orang tua kita semua,” ujarnya.

Ia mengatakan, program beasiswa tersebut juga membuka peluang bagi anak-anak pekebun untuk mendapatkan pendidikan tinggi yang sebelumnya mungkin sulit mereka akses. Karena itu, kesempatan yang telah diperoleh diminta tidak disia-siakan.

Pada kesempatan tersebut, Supriadi juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Riau telah ikut menyosialisasikan program beasiswa sehingga anak-anak pekebun dapat mengetahui dan mengakses kesempatan pendidikan tersebut. Ia berharap sosialisasi program dapat terus diperkuat pada tahun-tahun mendatang.

apkasindo

Ketua Umum DPP APKASINDO Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO, dalam kesempatan yang sama mengatakan, para penerima Beasiswa SDM Sawit merupakan mahasiswa pilihan. Ia mengingatkan mereka untuk tetap rendah hati dan bersyukur karena banyak anak pekebun lainnya yang belum memperoleh kesempatan se

Gulat juga mengingatkan mahasiswa agar memahami bahwa dana yang digunakan untuk program beasiswa sawit memiliki keterkaitan dengan kontribusi sektor sawit. Karena itu, para penerima beasiswa diharapkan benar-benar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kualitas diri.

“Jangan melihat D-1, D-2, D-3, D-4, atau S-1. Tetapi lihatlah programnya,” kata Gulat.

Menurutnya, lulusan berbagai jenjang pendidikan dalam program tersebut memiliki peluang untuk bekerja dan berkontribusi di sektor perkebunan kelapa sawit. Ia juga meminta mahasiswa menjaga kekompakan karena nantinya mereka akan bertemu dengan penerima beasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Sementara itu, Ketua DPW APKASINDO Provinsi Riau KH Suher mengatakan, penerima Beasiswa SDM Sawit merupakan bagian dari regenerasi sumber daya manusia perkebunan kelapa sawit di masa mendatang.

Ia menyebutkan, dari lebih 15.000 peserta yang mengikuti seleksi program tersebut, sekitar 5.000 orang dinyatakan diterima. Karena itu, ia meminta mahasiswa asal Riau bersungguh-sungguh menjalani pendidikan.

“Adik-adik perlu berbangga. Dari lebih 15.000 orang yang mengikuti seleksi, yang diterima hanya 5.000 orang,” ujarnya.

Suher juga menyampaikan bahwa Riau memiliki peran penting dalam industri sawit nasional. Karena itu, mahasiswa penerima beasiswa asal Riau diharapkan dapat menjadi generasi penerus yang memiliki pengetahuan dan kompetensi untuk mendukung kemajuan perkebunan kelapa sawit.

Dalam acara pelepasan tersebut turut hadir perwakilan perguruan tinggi yang menjadi tujuan pendidikan mahasiswa, di antaranya Universitas Lancang Kuning, Politeknik Kampar, serta Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY).

Para mahasiswa kemudian dilepas untuk menjalani pendidikan di kampus masing-masing. Mereka diharapkan mampu menjaga nama baik Riau, orang tua, dan sektor perkebunan sawit selama berada di perantauan.

“Pergilah dengan selamat, damai, kemudian sukses dalam menjalankan kegiatan, dan pulanglah membawa keberhasilan,” pesan Supriadi saat melepas para mahasiswa.

Pelepasan ini sekaligus menandai dimulainya perjalanan sebagian mahasiswa penerima Beasiswa SDM Sawit 2026 asal Riau dalam menempuh pendidikan dan mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia yang dapat berkontribusi bagi pembangunan perkebunan kelapa sawit di masa depan. Tahun ini, total ada 1.300-an mahasiswa dari Bumi Lancang Kuning yang berhasil mendapatkan beasiswa SDM Sawit.

Tags:

Beasiswa SDM Sawit 2026

Berita Sebelumnya
Insentif Pasar Dinilai Jadi Kunci Perluasan Sawit Berkelanjutan

Insentif Pasar Dinilai Jadi Kunci Perluasan Sawit Berkelanjutan

Upaya meningkatkan praktik keberlanjutan di sektor kelapa sawit dinilai perlu diikuti dengan insentif ekonomi. Akses pasar dan peluang memasuki pasar baru menjadi salah satu cara agar investasi produsen, terutama pekebun kecil, dalam praktik berkelanjutan mendapat imbal balik.

19 September 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *