KONSULTASI
Logo

Konflik AS-Iran Dorong Harga CPO Dunia ke Puncak Tertinggi Hampir Sebulan

21 Juli 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Konflik AS-Iran Dorong Harga CPO Dunia ke Puncak Tertinggi Hampir Sebulan

sawitsetara.co - JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dunia kembali menguat dan mencapai level tertinggi dalam hampir satu bulan seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Penguatan harga juga ditopang kenaikan harga minyak mentah dunia serta reli minyak nabati di pasar global.

Kontrak berjangka minyak sawit di Bursa Malaysia Derivatives untuk pengiriman Oktober sempat naik hingga 1,2 persen menjadi 4.653 ringgit per ton. Sementara itu, kontrak yang aktif diperdagangkan di Kuala Lumpur ditutup menguat sekitar 0,9 persen ke level 4.635 ringgit per ton, menjadi posisi tertinggi sejak 23 Juni.

Kenaikan harga terjadi setelah harga minyak mentah Brent melonjak menyusul meningkatnya aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran. Konflik yang berlangsung selama sepekan itu dilaporkan telah meluas dari sasaran militer ke infrastruktur sipil seperti jembatan, utilitas, dan fasilitas pelabuhan. Kondisi tersebut dinilai memperkecil peluang kembalinya gencatan senjata yang sempat disepakati bulan lalu.

Analis Senior Fast Markets Palm Oil Analytics, Sathia Varqa, mengatakan penguatan harga minyak sawit tidak terlepas dari meningkatnya premi risiko akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

“Kebangkitan kembali harga minyak mentah dan premi risiko perang menyusul situasi yang meningkat di Timur Tengah,” kata Sathia Varqa.

Ia menambahkan, kenaikan juga didorong oleh menguatnya kontrak berjangka minyak nabati di dua bursa utama dunia.

“Kontrak berjangka minyak nabati di bursa Chicago dan Dalian juga diperdagangkan jauh lebih tinggi, yang pada gilirannya mendorong harga minyak sawit,” ujarnya.

Apj

Meski demikian, Kepala Riset Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, Anilkumar Bagani, menilai ruang kenaikan harga masih berpotensi terbatas. Menurut dia, stok minyak sawit yang masih relatif tinggi di Indonesia dan Malaysia sebagai dua produsen terbesar dunia dapat menjadi faktor penahan penguatan harga.

Pelaku pasar juga menantikan rilis estimasi ekspor minyak sawit Malaysia untuk periode 1–20 Juli dari para surveyor kargo. Data yang dijadwalkan terbit pada Senin sore itu diharapkan menunjukkan tren peningkatan pengiriman, yang berpotensi menjadi katalis tambahan bagi pergerakan harga.

Di pasar komoditas lainnya, kontrak minyak sawit olahan untuk pengiriman September di Bursa Komoditas Dalian naik 1,3 persen menjadi 9.352 yuan per ton. Kontrak minyak kedelai Dalian untuk periode yang sama menguat 0,7 persen menjadi 8.593 yuan per ton. Sementara itu, kontrak minyak kedelai pengiriman Desember di Chicago tercatat relatif stabil di level 72,45 sen per pon.

Tags:

CPO

Berita Sebelumnya
B50 Jalan, Pemerintah Pastikan Ekspor CPO Tetap Terjaga

B50 Jalan, Pemerintah Pastikan Ekspor CPO Tetap Terjaga

Pemerintah memastikan implementasi mandatori biodiesel 50 persen (B50) yang mulai berlaku pada Juli 2026 tidak akan mengganggu kinerja ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Indonesia.

20 Juli 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *