KONSULTASI
Logo

Kunjungan Kerja DPRD Bangka Tengah ke DPW Apkasindo Sumsel, Bahas Tata Kelola Harga TBS dan Perlindungan Petani

27 April 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Kunjungan Kerja DPRD Bangka Tengah ke DPW Apkasindo Sumsel, Bahas Tata Kelola Harga TBS dan Perlindungan Petani
HOT NEWS

sawitsetara.co - PALEMBANG - DPRD Bangka Tengah melakukan kunjungan kerja ke Kantor DPW Apkasindo Sumatera Selatan pada 24 April 2026 lalu guna mempelajari tata kelola penetapan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit serta memperkuat perlindungan terhadap petani swadaya.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya DPRD Bangka Tengah untuk memahami peran kelembagaan, khususnya organisasi petani, dalam mengawal harga TBS agar lebih adil dan sesuai ketentuan yang berlaku di lapangan.

Sekretaris DPW Apkasindo Sumsel, M. Yunus, menjelaskan bahwa salah satu persoalan utama yang disampaikan rombongan adalah adanya selisih signifikan antara harga penetapan dan harga pembelian di tingkat petani.

Sawit Setara Default Ad Banner

“Selisih harga TBS di lapangan bisa mencapai Rp800 hingga Rp1.000 per kilogram dari harga yang telah ditetapkan,” ujar M. Yunus.

Ia juga menyoroti kondisi petani swadaya yang kerap dirugikan akibat berbagai alasan yang digunakan oleh pihak pembeli, mulai dari tudingan kualitas rendah hingga dugaan kontaminasi buah.

Menurut M. Yunus, praktik tersebut tidak jarang disertai tekanan kepada petani, terutama bagi mereka yang memiliki kebun di kawasan tertentu.

“Tidak boleh ada intimidasi terhadap petani. Selama belum ada aturan yang melarang, tidak ada dasar untuk menekan harga TBS petani,” tegasnya.

Secara tidak langsung, M. Yunus menegaskan bahwa pihak pabrik kelapa sawit (PKS) seharusnya tidak semena-mena dalam menentukan harga, apalagi menjadikan status lahan sebagai alasan untuk menurunkan nilai jual TBS petani.

Sawit Setara Default Ad Banner

Dalam pertemuan tersebut, ia juga menyampaikan pentingnya peran perwakilan daerah dalam tim penetapan harga TBS. Menurutnya, wakil yang terlibat harus memiliki pemahaman yang kuat terhadap data dan mampu berargumentasi secara tepat.

Ia menambahkan bahwa kekuatan dalam proses penetapan harga tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga pada kemampuan negosiasi dan kekompakan antar pihak yang terlibat.

Selain membahas persoalan harga, diskusi juga menyinggung keberadaan PKS tanpa kebun yang dinilai memberikan dampak positif bagi petani. M. Yunus menyampaikan bahwa keberadaan PKS tersebut membuka lebih banyak pilihan pemasaran bagi petani.

“PKS tanpa kebun itu justru membantu petani karena memberikan pilihan. Dulu petani bisa antre berhari-hari, sekarang distribusi lebih lancar,” ungkapnya.

Secara tidak langsung, ia menyampaikan bahwa model kemitraan antara PKS dan petani swadaya perlu diperkuat agar tercipta hubungan yang saling menguntungkan.

Melalui kunjungan ini, DPRD Bangka Tengah diharapkan dapat mengadopsi praktik-praktik baik yang telah diterapkan di Sumatera Selatan, khususnya dalam menjaga stabilitas harga TBS dan meningkatkan kesejahteraan petani sawit swadaya.


Berita Sebelumnya
Penguatan Sawit Itu Dari Hulu Ke Hilir

Penguatan Sawit Itu Dari Hulu Ke Hilir

“Kita tidak hanya bicara luas lahan dan produksi, tetapi bagaimana meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta memastikan keberlanjutan. Sawit harus memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional,” ungkap Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

26 April 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *