KONSULTASI
Logo

Limbah Kelapa Sawit Dinilai Berpotensi Besar Jadi Produk UMKM Bernilai Tambah

28 Juli 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Limbah Kelapa Sawit Dinilai Berpotensi Besar Jadi Produk UMKM Bernilai Tambah

sawitsetara.co - JAKARTA – Limbah kelapa sawit yang selama ini banyak dimanfaatkan secara terbatas dinilai memiliki potensi besar untuk diolah menjadi berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bernilai tambah tinggi. Pemanfaatan limbah tersebut dinilai bukan hanya meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga memperkuat pengembangan industri sawit yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Dosen sekaligus peneliti di Pusat Studi Sawit IPB University, Siti Nikmatin, mengatakan optimalisasi limbah kelapa sawit dapat memperluas manfaat komoditas sawit bagi masyarakat sekaligus mengurangi limbah industri.

“Optimalisasi potensi limbah tersebut menunjukkan bahwa komoditas kelapa sawit memiliki nilai strategis yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan, sehingga mampu memberikan manfaat luas bagi kehidupan masyarakat Indonesia,” ujar dia dalam keterangannya di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Apj

Salah satu limbah yang dinilai memiliki prospek besar adalah tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Menurut Nikmatin, pasokan TKKS di pabrik kelapa sawit (PKS) sangat melimpah. Dengan asumsi sekitar 23 persen tandan buah segar (TBS) berubah menjadi tandan kosong dan kadar bahan kering mencapai 35 persen, potensi ketersediaan TKKS di Indonesia diperkirakan mencapai 16 juta ton per tahun. Jumlah itu diproyeksikan terus meningkat seiring bertambahnya produksi TBS nasional.

“Jadi, setiap hari pasti akan menumpuk limbah kelapa sawit di pabrik pengolahan CPO,” ujarnya.

Selama ini, kata Nikmatin, tandan kosong kelapa sawit umumnya hanya dimanfaatkan sebagai pupuk organik di sekitar area pabrik. Padahal, melalui berbagai inovasi, limbah tersebut dapat diolah menjadi bahan baku beragam produk dengan nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi.

Ia menuturkan pengembangan produk UMKM berbasis limbah kelapa sawit telah dilakukan oleh pelaku usaha di Indonesia. Salah satunya PT Intertisi Material Maju (IMM), yang mengolah TKKS menjadi berbagai produk seperti helm, tas, alas kaki, batik, rompi anti-peluru, hingga filter air conditioner (AC) kendaraan bermotor.

Apj

Menurut Nikmatin, pengembangan produk di PT Intertisi Material Maju berawal dari kegiatan riset yang dimulai pada 2015 dengan dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Ia menilai BPDP memiliki peran penting dalam mendorong riset dan inovasi pemanfaatan limbah kelapa sawit. Dukungan tersebut tidak hanya menghasilkan produk inovatif yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan melalui pengurangan limbah industri.

Selain itu, pengembangan produk berbasis limbah sawit juga membuka peluang pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan perkebunan dan pabrik pengolahan melalui keterlibatan dalam proses produksi.

Nikmatin mengatakan BPDP selama ini konsisten mendukung pengembangan berbagai produk turunan kelapa sawit, termasuk pengolahan limbah menjadi produk yang memiliki nilai tambah, ramah lingkungan, berdaya saing, serta berpotensi menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

“Pemanfaatan limbah kelapa sawit pastinya memiliki potensi besar untuk mengantarkan sektor usaha tumbuh dan maju secara berkelanjutan. Apalagi, pasokan limbah kelapa sawit kita berlimpah,” katanya.

Tags:

Berita Sawitlimbah sawit

Berita Sebelumnya
Riset Pulau Pohon di Lanskap Sawit Raih Juara Nasional Jerman dalam Frontiers Planet Prize 2026

Riset Pulau Pohon di Lanskap Sawit Raih Juara Nasional Jerman dalam Frontiers Planet Prize 2026

Penelitian tentang cara meningkatkan keanekaragaman hayati di lanskap perkebunan kelapa sawit mengantarkan akademisi Indonesia ke panggung penghargaan ilmiah internasional.

27 Juli 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *