KONSULTASI
Logo

Lolos Karantina, Benih Sawit Sumsel Masuk Peru

26 Januari 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Lolos Karantina, Benih Sawit Sumsel Masuk Peru
HOT NEWS

sawitsetara.co - PALEMBANG — Puluhan ribu benih kelapa sawit asal Sumatra Selatan berhasil menembus pasar internasional. Sebanyak 95.400 butir benih sawit diekspor ke Peru setelah dinyatakan memenuhi standar karantina tumbuhan dan persyaratan negara tujuan.

Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatra Selatan (Karantina Sumsel) memastikan seluruh benih yang dikirim telah melalui pemeriksaan dan sertifikasi sebelum diekspor. Pemeriksaan dilakukan melalui Satuan Pelayanan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang pada 18 Januari 2026.

“Karantina Sumsel sudah melakukan pemeriksaan dan sertifikasi 95.400 butir benih kelapa sawit yang akan diekspor ke Peru,” ujar Kepala Karantina Sumsel, Sri Endah Ekandari, dikutip Senin (26/1/2026).

Sawit Setara Default Ad Banner

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan benih memenuhi persyaratan teknis karantina Peru, terutama bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) Marasmius sp yang dipersyaratkan otoritas setempat.

“Pemenuhan persyaratan teknis negara tujuan merupakan kunci kelancaran ekspor,” kata Endah.

Menurut dia, Karantina Sumsel berkomitmen menjaga kepercayaan pasar internasional dengan memastikan setiap komoditas ekspor, termasuk benih kelapa sawit, memenuhi standar kesehatan tumbuhan negara tujuan.

“Kegiatan pemeriksaan dilakukan oleh petugas Karantina Sumsel,” ujarnya.

Sawit Setara Default Ad Banner

Pemeriksaan mencakup verifikasi dokumen, pemeriksaan fisik, serta pengujian kesehatan benih sesuai standar karantina tumbuhan. Hasilnya, seluruh benih sawit yang akan diekspor dinyatakan sehat dan bebas dari Marasmius sp.

Ekspor benih kelapa sawit ini juga telah dilengkapi izin impor dari otoritas Peru. Seluruh proses layanan dilakukan melalui mekanisme Single Submission Quarantine Customs (SSmQC) yang terintegrasi guna mempercepat dan meningkatkan transparansi pelayanan karantina.

“Kami memastikan benih yang diekspor benar-benar bebas dari OPTK yang dipersyaratkan negara tujuan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh agar benih yang dikirim aman, sehat, dan sesuai ketentuan,” ujar Endah.

Tags:

Berita Sawit

Berita Sebelumnya
Kiat Petani Sawit Kalbar Deteksi Dini Kumbang Tanduk Ganoderma di Kebun

Kiat Petani Sawit Kalbar Deteksi Dini Kumbang Tanduk Ganoderma di Kebun

Petani kelapa sawit di Kalimantan Barat (Kalbar) mulai mengandalkan cara sederhana untuk menjaga kebun mereka dari ancaman hama dan penyakit mematikan.

24 Januari 2026 | Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *