KONSULTASI
Logo

Malaysia Bidik Hilirisasi Sawit di India, Ekspor ke India Naik 40,4 Persen

30 September 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Malaysia Bidik Hilirisasi Sawit di India, Ekspor ke India Naik 40,4 Persen

sawitsetara.co - KUALA LUMPUR — Malaysia mulai menggeser strategi perdagangan minyak sawitnya di India. Alih-alih mengejar pertumbuhan volume ekspor minyak sawit mentah, Negeri Jiran itu kini membidik pasar produk sawit bernilai tambah seperti oleokimia, lemak khusus, bahan pangan hingga produk perawatan pribadi.

Strategi tersebut dilakukan ketika permintaan minyak nabati di India tetap kuat. Pada saat yang sama, perdagangan minyak nabati global menghadapi tekanan dari kenaikan biaya logistik, energi, asuransi serta gangguan jalur pelayaran akibat ketegangan geopolitik.

India menjadi pasar penting bagi industri sawit Malaysia. Data pemerintah Malaysia menunjukkan ekspor minyak sawit dan produk berbasis sawit ke India mencapai 2,26 juta ton sepanjang delapan bulan pertama 2026. Angka itu melonjak 40,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Pangsa Malaysia dalam impor minyak sawit India juga meningkat menjadi 39,2 persen. India bahkan telah menjadi pasar ekspor minyak sawit terbesar Malaysia selama 13 tahun berturut-turut. Pada 2025, Malaysia mengekspor 2,94 juta ton minyak sawit dan produk berbasis sawit ke India dengan nilai mencapai RM14,15 miliar.

apkasindo

Menteri Perladangan dan Komoditi Malaysia Datuk Seri Dr Noraini Ahmad mengatakan pertumbuhan tersebut membuka ruang untuk memperluas perdagangan produk hilir.

Malaysia, kata dia, ingin memanfaatkan permintaan India dengan memperbesar ekspor produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Produk yang dibidik antara lain oleokimia, specialty fats, bahan pangan dan berbagai aplikasi berbasis sawit.

“Malaysia aims to grow exports of higher-value palm oil products to India,” ujar Noraini dalam agenda industri di India, seperti dikutip The Edge Malaysia dan Bernama.

India Jadi Pasar Strategis

Besarnya pasar India membuat negara tersebut menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan industri sawit Malaysia. Minyak sawit menyumbang sekitar 51 persen dari impor minyak nabati India dan sekitar 34 persen dari total konsumsi minyak nabati negara itu.

India sendiri masih bergantung pada impor untuk memenuhi sekitar dua pertiga kebutuhan minyak nabatinya. Selain sawit, kebutuhan tersebut dipenuhi antara lain melalui minyak kedelai dan minyak bunga matahari.

Data industri menunjukkan impor minyak nabati India, termasuk minyak kedelai dan bunga matahari, telah menembus 11,2 juta ton untuk periode hingga Agustus.

Peluang tersebut semakin terbuka setelah India memangkas bea masuk sejumlah minyak nabati pada September 2026. Kebijakan itu ditujukan untuk menekan harga minyak konsumsi dan meningkatkan konsumsi menjelang musim festival. Untuk minyak sawit mentah, bea masuk dasar dipangkas dari 10 persen menjadi 5 persen.

Bagi Malaysia, perkembangan tersebut bukan hanya peluang meningkatkan ekspor CPO, tetapi juga memperluas hubungan industri dari sektor hulu hingga hilir.

apkasindo

CEO Malaysian Palm Oil Council (MPOC) Belvinder Kaur Sron mengatakan hubungan perdagangan kedua negara memiliki ruang pertumbuhan yang besar.

“Hubungan perdagangan kami dengan India sudah lama, dan kaitan komersial antara kedua industri cukup kuat,” kata Belvinder.

Menurut dia, peningkatan ekspor Malaysia ke India menunjukkan kepercayaan pembeli India terhadap kualitas, keandalan dan aspek keberlanjutan minyak sawit Malaysia.

“Ini menunjukkan kepercayaan yang terus berlanjut dari pembeli India terhadap kualitas, keandalan, dan keberlanjutan minyak sawit Malaysia,” ujarnya.

Dari CPO ke Produk Bernilai Tambah

Perubahan strategi Malaysia tersebut menempatkan hilirisasi sebagai salah satu fokus utama. Produk oleokimia, specialty fats dan berbagai bahan baku industri berbasis sawit memiliki penggunaan yang lebih luas dibandingkan minyak sawit mentah.

Oleokimia, misalnya, dapat digunakan dalam industri kosmetik, deterjen, produk perawatan pribadi hingga sejumlah aplikasi farmasi. Pengembangan produk tersebut memungkinkan minyak sawit masuk lebih jauh ke rantai nilai global.

Malaysia juga melihat peluang kerja sama dengan India dalam pengembangan industri sawit. India sedang meningkatkan budidaya kelapa sawit melalui National Mission on Edible Oils–Oil Palm.

Perusahaan-perusahaan Malaysia telah berbagi pengalaman dengan mitra India dalam sejumlah bidang, mulai dari pemuliaan tanaman, pengelolaan pembibitan, pembangunan perkebunan, pemanenan, pengolahan hingga produksi berkelanjutan.

Kerja sama tersebut diperkuat melalui keterlibatan pemerintah Malaysia dan MPOC dengan produsen, perusahaan pemurnian serta asosiasi industri India.

Misi resmi Malaysia ke India yang berlangsung 27 September hingga 1 Oktober 2026 juga diarahkan untuk memperluas kerja sama komersial dan memperkuat posisi Malaysia sebagai pemasok sawit berkelanjutan dan produk sawit bernilai tambah.

apkasindo

Produksi Malaysia Diproyeksi 19,7 Juta Ton

Di sisi pasokan, produksi minyak sawit Malaysia mencapai 12,6 juta ton selama delapan bulan pertama 2026. Untuk sepanjang tahun, produksi diproyeksikan sekitar 19,7 juta ton.

Ekspor Malaysia juga meningkat sekitar 806 ribu ton atau 8,4 persen pada periode yang sama. Total ekspor sepanjang 2026 diperkirakan mencapai sekitar 16 juta ton.

Untuk 2027, produksi dan ekspor diproyeksikan relatif stabil.

Namun, industri sawit Malaysia masih menghadapi tantangan dari kondisi geopolitik global. Gangguan terhadap sejumlah jalur pelayaran meningkatkan biaya pengangkutan, energi dan asuransi. Kondisi tersebut sekaligus membuat volatilitas harga minyak nabati semakin tinggi.

Dalam situasi seperti itu, pembeli tidak hanya mempertimbangkan harga. Keandalan pengiriman dan kemampuan pemasok memenuhi kebutuhan secara konsisten juga menjadi pertimbangan penting.

Bagi Malaysia, kondisi tersebut menjadi alasan untuk memperkuat posisinya sebagai pemasok sawit sekaligus memperluas ekspor produk turunannya.

Dengan pertumbuhan ekspor ke India yang mencapai 40,4 persen pada delapan bulan pertama tahun ini, Malaysia kini memiliki momentum untuk mengubah hubungan dagang tersebut dari sekadar perdagangan komoditas menjadi kerja sama rantai nilai sawit yang lebih luas.

Tags:

Berita Sawit

Berita Sebelumnya
Bukan Sekadar Menabur Pupuk, Ini Kunci Pemupukan Sawit yang Tepat

Bukan Sekadar Menabur Pupuk, Ini Kunci Pemupukan Sawit yang Tepat

Pemupukan kelapa sawit tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya pupuk yang diberikan. Jenis, dosis, waktu, cara aplikasi, kondisi tanah, umur tanaman, hingga target produksi perlu menjadi pertimbangan agar unsur hara yang diberikan benar-benar mendukung pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

29 September 2026Edukasi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *