
sawitsetara.co - PEKANBARU — Universitas Riau (UR) dan Universitas Abdurrab membuka peluang untuk terlibat dalam program Beasiswa SDM Sawit. Kedua perguruan tinggi di Riau itu menilai program tersebut penting untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di daerah yang memiliki basis perkebunan kelapa sawit yang besar.
Pembicaraan peluang itu mencuat dalam agenda serah terima dokumen Survey, Investigasi dan Desain (SID) sarana dan prasarana jalan Kelompok Tani Kurnia Mamugo Lestari dari Fakultas Teknik (FT) UR dan FT Universitas Abdurrab kepada Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) di Pekanbaru, Selasa (29/9/2026).
Dekan FT UR, Prof. Ahmad Fadli S.T., M.T., PhD, mengatakan persoalan keterlibatan UNRI dalam program Beasiswa SDM Sawit sebelumnya telah dibicarakan dengan pimpinan universitas. Menurut dia, masih terdapat aspek administrasi dan mekanisme pengelolaan dana yang perlu dicarikan solusinya.
Ahmad mengatakan persoalan tersebut tidak seharusnya menghilangkan kesempatan mahasiswa di Riau untuk memperoleh manfaat dari program peningkatan sumber daya manusia sektor sawit.
“Kalau persoalan itu terus membuat Beasiswa Sawit belum sampai kepada peningkatan pendidikan masyarakat, ini bisa menjadi persoalan bagi Riau. Sebaiknya kita cari jalan keluar bersama-sama,” kata Ahmad dalam agenda tersebut.
Menurut Ahmad, perguruan tinggi memiliki posisi penting dalam pengembangan sumber daya manusia sektor perkebunan. Karena itu, program beasiswa sawit dinilai relevan dengan peran kampus, terutama di daerah yang memiliki perkebunan sawit seperti Riau.
“Beasiswa ini penting karena kampus juga menjadi salah satu aspek untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Ahmad mengatakan pihaknya akan kembali membahas persoalan tersebut dengan pimpinan universitas. Pembahasan itu diperlukan untuk menemukan skema yang memungkinkan UNRI terlibat dengan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.
Ketertarikan untuk terlibat dalam program Beasiswa SDM Sawit juga muncul dari Universitas Abdurrab. Dosen FT Universitas Abdurrab, Rahmat Tisnawan, mengatakan pihaknya masih perlu menelusuri prosedur yang harus dipenuhi agar perguruan tingginya dapat masuk dalam program Beasiswa SDM Sawit.
“Ketika kami cek, ada beberapa universitas yang mendapatkan beasiswa tersebut, tetapi Universitas Abdurrab belum. Apakah ada prosedur yang terlewat atau seperti apa, itu yang perlu didiskusikan,” kata Rahmat.
Menurut Rahmat, peluang kerja sama dengan APKASINDO dapat dikembangkan tidak hanya pada kegiatan teknis. Kolaborasi juga dapat mencakup pendidikan, penelitian, serta pengembangan sumber daya manusia.
Peluang keterlibatan kedua kampus tersebut mendapat dukungan dari APKASINDO. Head of International Relation APKASINDO Dr. (cn) Djono A. Burhan, S.Kom, MMgt (Int. Bus), CC, CL., mengatakan jumlah kampus yang terlibat di Riau masih lebih sedikit dibandingkan beberapa daerah lain.
“Di Riau saat ini masih lima kampus yang terlibat. Sementara Aceh sudah tujuh kampus. Kalau kampusnya semangat, kami juga semangat untuk menambah jumlah kampus di Riau,” kata Djono.
Ia mengatakan APKASINDO siap berdiskusi dengan UNRI dan perguruan tinggi lainnya untuk mencari mekanisme yang memungkinkan keterlibatan mereka dalam program tersebut. “Kami terbuka untuk berdiskusi secara khusus mengenai Beasiswa SDM Sawit ini,” ujarnya.
Djono juga berharap kolaborasi antara APKASINDO dan perguruan tinggi di Riau tidak berhenti pada penyusunan SID jalan perkebunan. Kerja sama tersebut, kata dia, dapat dikembangkan dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan kebutuhan petani sawit.
“Kami ingin kerja sama ini tidak hanya satu atau dua proyek. Bagaimana persahabatan dan kerja sama ini kita jaga dalam jangka panjang,” kata Djono.
Agenda tersebut dihadiri sejumlah civitas akademika dari FT UR dan FT Universitas Abdurrab. Dari APKASINDO turut hadir Wasekjend II DPP APKASINDO Dr. Eko Jaya Siallagan, SP., M.Si., C.APO, Wasekjend III Dr. Mulono Apriyanto, S.TP., MP., C.APO, serta Anggota Departemen Bidang Peremajaan Sawit Rakyat Hendra P Siahaan, SP., M.Si.
Hadir pula Ketua Bidang Penelitian dan Keberlanjutan DPP APKASINDO Dr. Riyadi Mustofa, SE., M.Si., C.EIA, yang juga menjabat sebagai Ketua LPPM Universitas Persada Bunda Indonesia (UPBI), didampingi Sekretaris LPPM UPBI Jusmarni, S.E., M.Ak. dan Ketua Bidang Promosi UPBI Mulyani Rudi Muin, S.H, M.H.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *