
sawitsetara.co - SAMARINDA – Di hari Hari Buruh, 1 Mei atau May Day Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas'ud menyatakan komitmennya untuk mengakomodasi peningkatan keterampilan serta sertifikasi bagi para buruh guna mendorong tingkat kesejahteraan yang lebih baik dan kompetitif di wilayah tersebut.
Hal ini penting mengingat jumlah buruh atau tenaga kerja pada komdoditas kelapa sawit tidaklah kecil. Seperti diketahui saat ini total tenaga kerja pada komodita kelapa sawit mencapai sekitar 9 juta orang. Sedangkan total perkebunan kelapa sawit di Kaltim saat ini mencapai sekitar 1,41 juta hektar. Artinya dengan melakukan sertifikasi kepada buruh dan atau tenaga kerja pada industri kelapa sawit saja saja dengan mendong keberlanjuta pada komoditas minyak emas ini.
"Kami akan bentuk wadah aspirasi ketenagakerjaan agar dapat mengakomodasi pekerja dengan keterampilan, vokasi dan sertifikasi agar mereka memiliki nilai tawar untuk meminta upah yang lebih tinggi dari upah minimum regional maupun provinsi," kata Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud pada Peringatan Hari Buruh Internasional di Samarinda, Jumat (1/5/2026).

Rudy juga menyatakan, penguatan kapasitas tenaga kerja saat ini cukup mendesak untuk dilakukan. Hal ini mengingat tantangan industri saat ini yang sudah merambah ke arah digitalisasi serta transisi menuju ekonomi hijau. Semuanya menggunakan digitalisasi mulai dari hulu (on-farm) hingga hilir (off-farm).
Adapun wadah koordinasi ketenagakerjaan bisa memfasilitasi penyelesaian berbagai persoalan di sektor kehutanan, perkebunan, pertambangan hingga migas.
"Khusus untuk sektor perkebunan kelapa sawit yang menyerap ratusan ribu tenaga kerja, pemerintah provinsi mengedepankan ruang dialog agar upah yang diberikan kepada pekerja bisa berada di atas rata-rata standar minimum," jelas Rudy.
Namun, lanjut Rudy, harus diakui selain persoalan upah, perihal perlindungan tenaga kerja dan jaminan sosial melalui BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan menjadi prioritas gubernur dengan alokasi yang menyasar sekitar 150.000 peserta di seluruh wilayah Kalimantan Timur.
"Transformasi menuju ekonomi hijau dan biru diharapkan mampu membuka peluang lapangan kerja baru melalui skema green jobs yang berkelanjutan bagi masyarakat lokal," ungkap Rudy.

Sehingga dalam hal ini Rudy menyatakan bahwa saat ini pihak pemerintah berkomitmen untuk senantiasa menjaga keseimbangan antara kepentingan para pekerja dan dunia usaha guna menciptakan iklim investasi yang adil, kondusif, serta harmonis.
Sementara itu, di Hari Buruh, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan buruh di semua sektor.
Selain itu, di Hari Buruh Presiden Prabowo menyatakan 9 hal, salah satunya pada komoditas kelapa sawit yakni pemerintah berjanji menyediakan fasilitas penitipan anak (daycare) di kawasan industri dan permukiman buruh, merespons permintaan langsung dari perwakilan serikat buruh.
"Tadi disampaikan bahwa buruh perlu tempat penitipan anak, daycare. Ini saran yang baik, ini akan kita perjuangkan, ini akan kita laksanakan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya," kata Presiden Prabowo.

Namun, seperti dietahui, terkait dengan daycare perusahaan swasta sudah menyediakan daycare didalam perkebunan kelapa sawit. Hal ini penting untuk tumbuh kembangnya anak-anak dari buruh kepala sawit.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo juga menginstruksikan kepada Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Hukum untuk segera menyelesaikan RUU Ketenagakerjaan bersama DPR, dan meminta agar selesai tahun (2026) ini juga.
"Saya juga telah memberi instruksi kepada Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Hukum untuk segera nanti bersama DPR RI selesaikan rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan," ujar Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo bahkan meminta agar Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan bisa secepatnya selesai. "Kalau bisa tahun ini juga harus selesai. Dan tentang Undang-Undang itu harus bersihak kepada kaum buruh," pungkas Presiden Prabowo.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *