KONSULTASI
Logo

APKASINDO Riau Hadiri Rapat Pansus DPRD, Dorong Optimalisasi PAD Tanpa Bebani Petani Sawit

30 April 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
APKASINDO Riau Hadiri Rapat Pansus DPRD, Dorong Optimalisasi PAD Tanpa Bebani Petani Sawit

sawitsetara.co - PEKANBARU – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Provinsi Riau menghadiri rapat kerja Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Riau dalam rangka pembahasan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026, yang digelar di Ruang Rapat Medium DPRD Riau, Kamis (30/4/2026).

Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari surat DPRD Riau bernomor 000.1.5/PPH.2/841 tertanggal 27 April 2026, yang mengundang sejumlah asosiasi sektor perkebunan kelapa sawit untuk memberikan masukan strategis terkait peningkatan pendapatan daerah. Salah satunya lewat pajak air permukaan yang dialamatkan untuk pabrik kelapa sawit.

Selain APKASINDO, rapat yang dipimpin oleh Ketua Pansus OPD DPRD Riau Abdullah, S.Pd. ini turut dihadiri sejumlah anggota dewan dan perwakilan dari ASPEKPIR, SAMADE, dan GAPKI Provinsi Riau.

Sawit Setara Default Ad Banner

Sekretaris DPW APKASINDO Riau, Dr. (cn) Djono A. Burhan, S.Kom, MMgt (Int. Bus), CC, CL, menyampaikan bahwa pertemuan berlangsung konstruktif dan penuh keterbukaan.

Dalam forum tersebut, APKASINDO menyuarakan berbagai aspirasi petani sawit, khususnya terkait upaya peningkatan PAD yang tidak memberatkan petani sebagai pelaku utama di sektor ini.

“Riau merupakan daerah dengan luas perkebunan sawit terbesar. Produktivitas meningkat, namun jangan sampai kebijakan peningkatan PAD justru menambah beban petani. Kami mendukung upaya pemerintah daerah dan DPRD sepanjang tetap berpihak pada keberlanjutan petani,” ujar Djono kepada sawitsetara.co usai rapat.

Sawit Setara Default Ad Banner

Sementara itu, Dewan Pakar APKASINDO Riau, Dr. Riyadi Mustofa, SE., M.Si., C.EIA, menyoroti masih belum optimalnya sektor-sektor retribusi di bidang perkebunan yang selama ini menjadi sumber PAD. Menurutnya, diperlukan langkah konkret dan tindak lanjut dari hasil pembahasan agar potensi tersebut dapat dimaksimalkan.

“Fokus pembahasan hari ini adalah optimalisasi pendapatan dari sektor perkebunan, khususnya dari sisi retribusi. Masih ada potensi yang belum tergarap maksimal. Harapannya, setelah rapat ini ada langkah nyata sehingga PAD Riau bisa meningkat dan menopang APBD secara lebih kuat,” jelasnya.

Rapat ini menjadi bagian dari upaya DPRD Riau dalam merumuskan strategi peningkatan PAD berbasis sektor unggulan daerah, khususnya kelapa sawit, dengan tetap melibatkan pemangku kepentingan utama di lapangan.

APKASINDO berharap hasil dari pembahasan tersebut mampu menghadirkan kebijakan yang seimbang antara peningkatan pendapatan daerah dan perlindungan terhadap petani sawit.

Tags:

pajak air permukaan

Berita Sebelumnya
Harga TBS Sumut Turun Tipis pada Awal Mei 2026

Harga TBS Sumut Turun Tipis pada Awal Mei 2026

Berdasarkan hasil rapat tim penetapan harga, penurunan terjadi hampir di seluruh kelompok umur tanaman. Koreksi harga tercatat berada di kisaran Rp25 hingga Rp29 per kilogram.

29 April 2026Harga TBS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *