KONSULTASI
Logo

Mentan Dorong Hilirisasi Sawit dan Kelapa untuk Pangkas Impor Energi

31 Januari 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Mentan Dorong Hilirisasi Sawit dan Kelapa untuk Pangkas Impor Energi
HOT NEWS

JAKARTA — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai percepatan hilirisasi komoditas pertanian, terutama sawit dan kelapa, menjadi kunci menekan impor energi sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional. Menurut dia, Indonesia terlalu lama mengekspor bahan mentah tanpa menikmati keuntungan maksimal di dalam negeri.

"Indonesia masih mengimpor sekitar 5,8 juta ton solar setiap tahunnya, sebuah angka yang cukup besar. Sementara itu, ekspor minyak sawit mentah (CPO) mencapai sekitar 26 juta ton, namun sebagian besar masih dijual dalam bentuk bahan baku tanpa pengolahan lebih lanjut," katanya.

Pernyataan itu disampaikan Amran saat menghadiri Retreat Bela Negara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Bogor, Jumat (30/1/2026). Ia menegaskan pengolahan hasil pertanian harus dilakukan di dalam negeri agar manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh bangsa.

Sawit Setara Default Ad Banner

Saat ini Indonesia masih mengimpor sekitar 5,8 juta ton solar per tahun. Di sisi lain, ekspor minyak sawit mentah (CPO) mencapai sekitar 26 juta ton, namun sebagian besar dijual tanpa proses lanjutan. Kondisi ini, kata Amran, menunjukkan peluang besar yang belum dimanfaatkan.

Sebagian CPO tersebut, menurut Amran, bisa diolah menjadi biofuel dan berbagai produk turunan bernilai tinggi. Langkah ini tidak hanya berpotensi menekan impor energi, tetapi juga menghemat devisa dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Selain sawit, Kementerian Pertanian mendorong hilirisasi kelapa. Nilai ekspor kelapa nasional saat ini sekitar Rp24 triliun, namun Amran menilai angka itu masih bisa ditingkatkan melalui pengembangan produk turunan seperti santan, virgin coconut oil (VCO), dan air kelapa kemasan. Industri pengolahan kelapa dinilai mampu menggerakkan ekonomi daerah serta menciptakan lapangan kerja.

Sawit Setara Default Ad Banner

Amran juga menyinggung komoditas gambir. Indonesia menguasai sekitar 80 persen pasokan gambir dunia, tetapi sebagian besar masih diekspor dalam bentuk bahan mentah. Hilirisasi gambir dinilai berpeluang memperkuat industri nasional dan meningkatkan pendapatan petani di sentra produksi.

Menurut Amran, percepatan hilirisasi harus dibarengi reformasi kebijakan dan penyederhanaan regulasi agar tidak terhambat birokrasi. Ia mencontohkan kebijakan pupuk yang mampu menurunkan harga hingga 20 persen tanpa menambah anggaran, sebagai bukti bahwa perbaikan regulasi bisa berdampak langsung.

Penguatan hilirisasi pangan dan energi, kata Amran, menjadi fondasi penting bagi ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global, sekaligus mendukung kemandirian ekonomi jangka panjang.

Tags:

Berita Sawit

Berita Sebelumnya
Cetak SDM Sawit, BPDP Bersama Hai Sawit Gelar Sawit Academy di UNDIP

Cetak SDM Sawit, BPDP Bersama Hai Sawit Gelar Sawit Academy di UNDIP

BPDP Bersama Hai Sawit Gelar Sawit Academy di UNDIP. Kegiatan ini dilakukan agar mahasiswa tidak hanya mendapat wawasan akademis, tetapi juga pengalaman praktis yang bermanfaat bagi masa depan mereka. Sawit adalah salah satu sektor strategis bangsa, dan generasi muda harus disiapkan untuk menjadi motor penggerak hilirisasi dan inovasi di dalamnya.

| Edukasi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *