KONSULTASI
Logo

UHAMKA Ajarkan Warga Ubah Limbah Minyak Sawit Jadi Lilin Hias Bernilai Jual

13 Agustus 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
UHAMKA Ajarkan Warga Ubah Limbah Minyak Sawit Jadi Lilin Hias Bernilai Jual

sawitsetara.co - TANGERANG SELATAN — Limbah minyak sawit tak selalu berakhir sebagai sampah. Di tangan warga yang kreatif, bahan sisa tersebut dapat diolah menjadi lilin hias yang memiliki nilai ekonomi. Gagasan itu diperkenalkan dosen Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) melalui workshop pembuatan lilin hias dari limbah minyak sawit.

Workshop berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 16.00–17.30 WIB di Gedung Tahfidz Yayasan Taawun, Jalan Panti Asuhan Gg. Hj. Manat RT 1/RW 12, Jurangmangu Timur, Tangerang Selatan.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) UHAMKA bertajuk “Ubah Limbah Jadi Berkah”. Program ini dirancang untuk memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis kepada masyarakat agar limbah minyak sawit dapat dimanfaatkan menjadi produk kreatif bernilai jual.

apkasindo

Tiga dosen UHAMKA menjadi fasilitator dalam kegiatan tersebut. Mereka adalah Wahyu Dian L dari Pendidikan Fisika, Ranti An Nisaa dari Pendidikan Biologi, dan Feli Cianda dari Pendidikan Fisika. Kegiatan dimoderatori Sulistiyani.

Para peserta tidak hanya diperkenalkan pada jenis dan manfaat lilin hias. Mereka juga mempelajari bahan dan peralatan yang diperlukan, serta mengikuti tahapan pembuatannya.

Materi workshop turut membahas cara menghasilkan lilin dengan bentuk dan tampilan menarik. Peserta juga diajak memikirkan pengembangan produk agar dapat dipasarkan sebagai usaha rumahan.

Dari Limbah Menjadi Produk Kreatif

Pemanfaatan limbah menjadi produk kerajinan dinilai memiliki dua manfaat sekaligus. Di satu sisi, kegiatan tersebut dapat membantu mengurangi limbah yang berpotensi mencemari lingkungan. Di sisi lain, limbah yang semula tidak bernilai dapat diubah menjadi produk yang menghasilkan pendapatan.

Wahyu mengatakan masyarakat perlu mengubah cara pandang terhadap limbah. Bahan yang selama ini dianggap tidak berguna, kata dia, masih dapat dikembangkan menjadi produk kreatif.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih kreatif dalam mengelola limbah. Selain itu, semoga bisa melihat adanya peluang usaha yang dapat kita kembangkan dari bahan yang selama ini kita anggap tidak bernilai,” ujar Wahyu Dian L.

apkasindo

Lilin hias juga memiliki ruang pengembangan yang cukup luas. Produk tersebut dapat dibuat dalam beragam bentuk, warna, aroma, dan dekorasi. Dengan kreativitas, lilin tidak hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi suvenir dan produk kerajinan.

Karena itu, workshop tidak berhenti pada proses pembuatan. Peserta juga didorong melihat aspek kreativitas dan daya saing produk jika ingin menjadikannya sebagai usaha.

Bagian dari Kampus Berdampak

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk implementasi semangat Kampus Berdampak. Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga membawa pengetahuan yang dapat diterapkan langsung di tengah masyarakat.

Kolaborasi dosen Pendidikan Fisika dan Pendidikan Biologi UHAMKA menjadi bagian dari upaya menghadirkan kegiatan pengabdian yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan warga.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan memiliki keterampilan dasar untuk mengolah limbah minyak sawit menjadi lilin hias secara mandiri. Lebih jauh, keterampilan tersebut diharapkan dapat memicu lahirnya produk kreatif sekaligus membuka peluang usaha berbasis pemanfaatan limbah.

Tags:

Berita SawitSawit

Berita Sebelumnya
Jambi Tak Perlu Buka Lahan Baru, Produktivitas Sawit Harus Digenjot

Jambi Tak Perlu Buka Lahan Baru, Produktivitas Sawit Harus Digenjot

Peningkatan produktivitas menjadi salah satu pekerjaan besar dalam pengembangan perkebunan kelapa sawit Provinsi Jambi. Dengan luas areal yang telah mencapai lebih dari 1,1 juta hektare, pengembangan sawit ke depan dinilai tidak lagi perlu mengandalkan ekspansi lahan, melainkan peningkatan produktivitas melalui peremajaan dan modernisasi budidaya.

12 Agustus 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *