
sawitsetara.co - JAKARTA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Prof. Rachmat Pambudy dijadwalkan menghadiri pembukaan Sawit Indonesia Expo and Conference (SIEXPO) 2026 yang akan digelar pada 6-8 Agustus 2026 di Ballroom Ska Co-Ex, Pekanbaru, Riau. Selain membuka acara, Rachmat juga diharapkan menjadi keynote speaker untuk memaparkan arah pembangunan strategis industri kelapa sawit nasional.
Rencana kehadiran Menteri PPN/Bappenas mengemuka setelah panitia SIEXPO 2026 yang dipimpin Ketua Pelaksana Qayuum Amri bersama Ketua Dewan Pengarah SIEXPO 2026 Dr. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO, melakukan audiensi di Jakarta.
Dr. Gulat Manurung, mengatakan Menteri PPN/Bappenas dipandang sebagai figur yang tepat menyampaikan arah pembangunan industri sawit karena Satuan Tugas Program Strategis Nasional (PSN) Sawit berada di bawah koordinasi Kementerian PPN/Bappenas.
“Karena Satgas Program Strategis Nasional (PSN) Sawit berada di Kementerian PPN/Bappenas, kami ingin mendengar secara langsung dari Bapak Menteri mengenai arah pembangunan strategis industri sawit untuk jangka menengah maupun jangka panjang,” ujar Gulat, Minggu (2/8/2026).
Menurut Ketua Umum DPP APKASINDO ini, kerangka acuan pembangunan sawit sebagai bagian dari Program Strategis Nasional juga disusun oleh Bappenas. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan industri sawit dinilai perlu memperoleh pemahaman yang sama mengenai arah kebijakan pemerintah.
“SIEXPO menjadi momentum yang tepat untuk menyampaikan arah kebijakan tersebut kepada seluruh stakeholder sawit yang akan hadir, mulai dari pelaku usaha, asosiasi, akademisi, investor hingga petani sawit dari berbagai daerah di Indonesia,” katanya.
Tema SIEXPO 2026, “Kolaborasi, Inovasi, dan Resiliensi Industri Sawit”, dinilai sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong transformasi sektor sawit melalui hilirisasi bernilai tambah, penguatan petani swadaya, dan penerapan praktik perkebunan berkelanjutan.
Gulat juga menilai pemilihan Provinsi Riau sebagai tuan rumah memiliki nilai strategis mengingat daerah tersebut merupakan salah satu sentra perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia. Melalui SIEXPO 2026, para pemangku kepentingan diharapkan dapat merumuskan solusi atas berbagai tantangan industri, mulai dari regulasi perdagangan internasional hingga percepatan transisi energi melalui implementasi program biodiesel.
Sementara itu, Qayuum Amri, mengatakan rencana kehadiran Menteri PPN/Bappenas menjadi penguatan bagi penyelenggaraan SIEXPO tahun ini yang memasuki tahun keempat.
“Kehadiran Menteri PPN/Bappenas akan memperkuat sinergi antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan industri di lapangan. SIEXPO 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran teknologi sawit, tetapi juga forum strategis untuk mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, investor, dan petani dalam membahas masa depan industri sawit Indonesia,” ujarnya.
Panitia menargetkan sekitar 8.000 pengunjung pada SIEXPO 2026, meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu yang mencatat sekitar 6.000 pengunjung. Jumlah peserta pameran juga bertambah menjadi 185 booth dari sekitar 150 booth pada tahun sebelumnya.
Selain diikuti perusahaan nasional dan internasional, penyelenggara menyediakan sekitar 20 booth khusus bagi pelaku UMKM dan koperasi sebagai upaya mendukung pengembangan ekonomi kerakyatan di sektor sawit.
Selama tiga hari pelaksanaan, SIEXPO 2026 akan menghadirkan pameran teknologi dan konferensi yang mengangkat berbagai isu strategis, antara lain peningkatan produktivitas lahan, pengendalian penyakit Ganoderma, digitalisasi tata kelola perkebunan, hilirisasi, hingga inovasi terbaru di industri sawit.
Ratusan peserta pameran akan menampilkan beragam teknologi dan solusi industri, mulai dari kecerdasan buatan (AI), alat berat, pupuk, bioproduk, teknologi pabrik kelapa sawit, oleokimia, benih unggul, drone, sistem digital, logistik, kendaraan listrik, hingga perangkat keselamatan kerja.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *