
sawitsetara.co - JAKARTA – Benar bahwa inovasi dan transformasi pada sektor industri terus berkembang. Minykapi hal tersebut maka industri kelapa sawit di Indonesia pun juga terus didorong untu berinovasi dan bertranformasi digital.
Hal itulah yang diusung oleh Palmex 2026 dengan tema “Mendorong Industri Kelapa Sawit Global Melalui Inovasi dan Transformasi Digital.”
Dalam gelaran tersebut menghadirkan perusahaan-perusahaan yang mendorong komoditas kelapa sawitt lebih baik lagi melalui teknologi baik di hulu hingga hilir.
Hal ini penting mengingat luas perkebunan kelapa sawit di indonesia saat ini mencapai sekitar 16 juta hektar yang tersebar di wilayah Indonesia dari Aceh hingga Papua.

Lebih lanjut, pengembangan produk turunan sawit, mulai dari pangan olahan, oleokimia, hingga bioenergi seperti biodiesel, dinilai menjadi kunci memperkokoh ketahanan energi sekaligus memperluas lapangan kerja.
CEO Fireworks Trade Media Group, Kenny Yong, mengatakan transformasi digital telah membawa perubahan besar dalam industri sawit global. Pameran itu katana hadir sebagai ruang yang tepat untuk mempercepat adopsi teknologi.
Kenny berharap, melalui inovasi dan teknologi maka komoditas kelapa sawit akan semakin kuat. Bahkan saat ini industri sawit tengah bergeser dari 4.0 menuju 5.0. sehingga dalam hal ini peserta pameran yang hadir sebagai exhibitor sebanyak 60 persennya membawa teknologi baru berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Kami ingin dunia melihat bahwa inovasi dari Indonesia adalah standar global. Dengan status Indonesia sebagai produsen terbesar, inovasi lokal di sini sangat layak digunakan oleh negara-negara produsen sawit lainnya di seluruh dunia,” jelas Kenny.



Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *