
sawitsetara.c - JAKARTA - PT Astra Agro Lestari Tbk atau (Astra Agro) mencatatkan kinerja positif selama tahun 2025 berkat optimalisasi praktik agronomi serta pengendalian biaya di seluruh lini. Alhasil, Perseroan mampu membukukan laba bersih senilai Rp1,5 triliun atau naik 28,2% year-on-year (yoy).
Presiden Direktur Astra Agro Djap Tet Fa mengungkapkan kinerja Perseroan tahun ini juga berkat support dan sinergi para pemangku kepentingan yang telah bekerjasama dengan Astra Agro.
Menurutnya kolaborasi serta komitmen dari berbagai lini telah mendorong capaian kinerja Perseroan yang solid. "Pencapaian Perseroan dapat terwujud berkat dukungan berkelanjutan dari para stakeholders. Terima kasih atas dedikasi dan kepercayaan dari seluruh pihak yang ikut menopang performa Astra Agro. Mari terus bersinergi untuk pertumbuhan yang lebih baik kedepan," ungkapnya, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di Jakarta, Rabu (15/4/2026) .
Seperti diketahui, perseroan mencatatkan kenaikan pendapatan bersih sebesar 31% menjadi Rp28,7 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp21,8 triliun. Peningkatan volume produksi berkontribusi terhadap kenaikan pendapatan Perseroan, yang didorong oleh naiknya produksi CPO sebesar 6% YoY menjadi 1,2 juta ton serta produksi kernel sebesar 8% YoY menjadi 252 ribu ton.

Adapun volume penjualan CPO dan turunannya naik 13% menjadi 1,8 juta ton. Penguatan performa Perseroan juga disebabkan oleh faktor pasokan dan permintaan yang menjadi katalis utama sektor komoditas.
Ketatnya pasokan CPO telah mendorong harga jual rata-rata (Average Selling Price/ASP) sebesar 11% yoy dari Rp12.883 per kilogram menjadi Rp14.316 per kilogram pada 2025.
Direktur Astra Agro Tingning Sukowignjo menambahkan Perseroan senantiasa berupaya mengendalikan biaya dan beban pengeluaran secara disiplin. Dengan begitu, Perseroan mampu mengoptimalkan kinerja di tengah volatilitas harga komoditas.
“Perseroan selalu berupaya mengakselerasi kinerja dengan optimalisasi praktik agronomi presisi berbasis bibit unggul dan pengendalian biaya dan belanja perusahaan serta peningkatan efisiensi operasional. Strategi ini kami tujukan untuk menjaga daya saing biaya produksi dalam mengantisipasi volatilitas harga CPO,” jelasnya.

Pada 2025, perseroan pun telah menghasilkan inovasi guna mendukung kinerja operasional berkelanjutan di masa depan dengan merilis tiga bibit baru yang resisten terhadap penyakit Ganoderma. Setelah pada 2024, Astra Agro mengeluarkan pupuk hayati yakni Astra Efficient Microbe (ASTEMIC).
Sementara itu, Direktur Astra Agro Bandung Sahari mengatakan kedua inovasi tersebut akan menopang program peremajaan tanaman (replanting) jangka panjang Perseroan. Perseroan, lanjutnya, akan menerapkan prinsip 5T (Tepat jenis, Tepat dosis, Tepat waktu, Tepat tempat, dan Tepat cara) dalam meningkatkan efektivitas pemupukan dan produktivitas tanaman. “Kami percaya bahwa penerapan Good Agricultural Practices (GAP) selalu bisa berjalan seiring dengan prinsip-prinsip keberlanjutan.
Komitmen Astra Agro dalam mengedepankan kedua aspek tersebut kami yakini dapat meningkatkan kinerja Perusahaan di tahun-tahun mendatang, tentu saja didukung juga dengan riset dan inovasi yang terus dikembangkan,” ungkap Bandung.



Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *