KONSULTASI
Logo

Petani Sawit Dunia Harus Bersatu di IOPS Forum 2026, Perkuat Posisi dalam Kebijakan Global

21 Agustus 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Petani Sawit Dunia Harus Bersatu di IOPS Forum 2026, Perkuat Posisi dalam Kebijakan Global

sawitsetara.co - NUSANTARA — Ketua Panitia Pelaksana International Oil Palm Smallholder (IOPS) Forum 2026, Dr. (cn) Djono A. Burhan, S.Kom, MMgt (Int. Bus), CC, CL, mengatakan penyelenggaraan forum internasional petani sawit di Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi momentum untuk menyatukan petani sawit dari berbagai negara.

Menurut Djono, persatuan petani sawit diperlukan untuk memperkuat posisi petani, bukan hanya dalam kebijakan nasional tetapi juga dalam forum dan kebijakan sawit internasional.

“Sesusi arahan Bapak Ketua Umum, Bapak Dr. Gulat Medali Emas Manurung, bahwa petani sawit harus bersatu sehingga semakin kuat. Bukan hanya dalam negeri, tapi juga dalam kancah internasional,” kata Djono.

DPP

IOPS Forum 2026 akan berlangsung pada 27–29 Agustus 2026 di IKN, Kalimantan Timur. Petani sawit dari berbagai daerah di Indonesia, mulai Aceh hingga Papua, akan bertemu dengan petani dari sejumlah negara sahabat.

Djono mengatakan salah satu isu utama yang akan dibahas adalah mekanisme penetapan harga TBS petani di berbagai negara.

“Kita akan berdiskusi terkait dengan harga TBS petani kelapa sawit internasional tiap-tiap negara sehingga kita bisa belajar dan memperkuat sistem penetapan harga kita,” ujarnya.

Selain harga TBS, forum akan membahas pengembangan industri kelapa sawit berbasis evidence based, termasuk bagaimana pengembangan industri dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani.

DPP

Isu lain yang menjadi perhatian adalah teknologi dan sertifikasi. Menurut Djono, tuntutan terhadap petani untuk menerapkan praktik berkelanjutan semakin besar, tetapi di sisi lain masih terdapat berbagai tantangan yang harus dihadapi petani.

“Petani kelapa sawit saat ini dituntut untuk lebih sustainable, untuk mendapatkan sertifikasi. Tapi masih banyak tantangan yang dihadapi petani,” katanya.

Karena itu, forum tersebut diharapkan menjadi ruang untuk menyamakan persepsi petani sawit dunia mengenai keberlanjutan sekaligus memperkuat posisi petani dalam kebijakan.

Djono mengatakan petani tidak boleh terus-menerus ditempatkan hanya sebagai objek regulasi.

“Kita meminta kepada government atau pemerintah internasional untuk melihat petani sebagai subjek dari regulasi, bukan hanya sebagai objek,” ujarnya.

Menurut dia, kepentingan petani perlu ditempatkan sebagai bagian penting dalam setiap kebijakan sawit, mengingat petani merupakan salah satu pihak utama yang menopang keberlanjutan industri kelapa sawit.

Tags:

IOPSInternational Oil Palm Smallholder ForumBerita Sawit

Berita Sebelumnya
Hilirisasi Jalan Bagi Petani Sawit “Naik Kelas” dan Lebih Sejahtera

Hilirisasi Jalan Bagi Petani Sawit “Naik Kelas” dan Lebih Sejahtera

Kini, hilirisasi menjadi salah satu topik yang semakin sering didiskusikan dalam berbagai forum publik dari lingkup pemerintahan hingga berbagai lapisan masyarakat Indonesia. Saat ini, hilirisasi bahkan telah menjadi salah satu agenda prioritas dalam transformasi ekonomi dan pembangunan nasional.

20 Agustus 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *