
sawitsetara.co - JAKARTA — Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPP APKASINDO) mendapat kehormatan diundang dalam forum internasional Ghana Tree Crops Investment Summit & Exhibition (GTCIS) 2026 yang diselenggarakan oleh Tree Crops Development Authority (TCDA) Republik Ghana.
Dalam diskusi bertema “Opportunities in the Oil Palm Value Chain” ini, Head of International Relations and People Development DPP APKASINDO, Dr. (Cn) Djono A. Burhan, S.Kom, MMgt (Int. Bus), CC, CL, diundang menjadi pembicara.

Adapun Forum internasional ini berlangsung pada 17–20 Februari 2026 di Accra International Conference Centre, Ghana ini secara resmi dibuka oleh Presiden Ghana, John Dramani Mahama. Acara juga dihadiri oleh Menteri Pertanian Ghana Eric Opoku.
Presiden Mahama dalam kesempatan berbicara menyampaikan kedekatannya dengan sektor pertanian dan mengapresiasi kehadiran peserta dari berbagai negara, terkhusus kehadiran smallholder’s Indonesia (APKASINDO).
“Sebagai anak petani yang memahami langsung dampak kenaikan harga agro-input seperti pupuk dan herbisida terhadap produktivitas dan petani sawit selalu menjadi tumpuan atas semua kenaikan tersebut,” ujarnya.
Karena itu, kata Djono, pemerintah Ghana berkomitmen menjaga stabilitas harga input pertanian guna mendorong petani lebih aktif memupuk dan meningkatkan produktivitas sawit, sehingga pertumbuhan pendapatan pedesaan dapat tercapai dan saya meyakini bahwa di sanalah motor ekonomi sawit Ghana.

Ghana Targetkan 100 Ribu Hektare Kebun Sawit Baru
Dalam kegiatan pembukaan, Chief Executive Officer TCDA, Hon. Dr. Andrews Osei Okrah, menyampaikan bahwa saat ini Ghana masih berstatus sebagai net importer minyak kelapa sawit, meskipun tanaman sawit berasal dari kawasan Afrika Barat. Kondisi tersebut mendorong pemerintah Ghana untuk meningkatkan produktivitas lahan eksisting sekaligus membuka 100 ribu hektare kebun sawit baru.
“Targetnya dalam 10 tahun ke depan Ghana bisa bertransformasi dari net importer menjadi net exporter sawit global. Peningkatan produktivitas dan perluasan lahan menjadi bagian dari strategi untuk mendorong pertumbuhan pendapatan berkelanjutan,” ujar Dr. Andrews.
Selain fokus pada hulu, pemerintah Ghana juga bertekad memperkuat sektor hilir. Presiden Mahama menegaskan bahwa Ghana tidak ingin lagi berpuas diri sebagai pengekspor minyak sawit mentah (CPO). Ke depan Ghana akan fokus pada pengembangan industri turunan atau downstream industry untuk menciptakan nilai tambah bagi negara.
APKASINDO Dorong Semangat Produsen Sawit Dunia
Djono yang hadir sebagai narasumber menyatakan bahwa semangat yang disampaikan pemerintah Ghana mencerminkan karakter negara produsen yang progresif, berorientasi pada keberlanjutan dan optimalisasi pengolahan produk turunan sawit di dalam negeri.
“Semangat seperti inilah yang harus dibangun oleh negara-negara produsen kelapa sawit,” ujar Djono.
Ia menegaskan, sesuai arahan Ketua Umum DPP APKASINDO Dr. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO, APKASINDO harus menjadi pionir dalam menyatukan petani kelapa sawit dunia.
“Sebagai produsen sawit terbesar, Indonesia selalu menjadi rujukan utama hulu hilir sawit dan APKASINDO merupakan asosiasi petani kelapa sawit terbesar di dunia kedudukannya menjadi sangat strategis. Roh dari Apkasindo itu adalah kesetaraan dari tiga dimensi keberlanjutan, ekonomi sosial dan lingkungan. Indonesia saat ini di bawah Pemerintahan Presiden Prabowo, sudah mencanangkan dalam PSN terkait hilirisasi CPO yang berasal dari perkebunan sawit rakyat dan optimalisasi PSR,” tegasnya.
Sebagai simbol penguatan hubungan kelembagaan lintas benua, Djono juga menyerahkan plakat persahabatan kepada TCDA mewakili Ketua Umum DPP APKASINDO. “Ini adalah tanda persahabatan dari Ketua Umum kami, Dr. Gulat, kepada industri sawit di Ghana,” ujar Djono dan Dr. Andrews selaku CEO menyatakan rasa terima kasih dan semangat untuk mendorong peningkatan kesejahteraan petani sawit dengan kolaborasi.


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *