KONSULTASI
Logo

PSR Kalbar Tembus Rp824,1 Miliar, Jangkau 11.412 Pekebun

21 Agustus 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
PSR Kalbar Tembus Rp824,1 Miliar, Jangkau 11.412 Pekebun

sawitsetara.co - PONTIANAK — Penyaluran dana Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kalimantan Barat mencapai Rp824,1 miliar sejak 2016 hingga 2026. Program ini telah menjangkau 11.412 pekebun dengan luas lahan peremajaan 25.738,5 hektare.

Direktur Keuangan, Manajemen Risiko, dan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Zaid Burhan Ibrahim mengatakan realisasi tersebut tersebar di 186 titik PSR di sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.

“PSR diarahkan untuk meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat tanpa menambah luasan lahan. Pekebun didorong melakukan peremajaan dengan benih unggul bersertifikat sehingga kebun dapat kembali produktif dan memenuhi prinsip keberlanjutan,” ujar Zaid dalam sosialisasi program BPDP di Pontianak, Kamis (20/8/2026).

apkasindo

PSR menyasar kebun sawit rakyat yang berusia lebih dari 25 tahun, berproduktivitas rendah, atau menggunakan benih yang belum unggul. Tanaman lama diganti dengan benih unggul bersertifikat untuk meningkatkan produktivitas kebun.

Pekebun juga didorong memenuhi standar keberlanjutan melalui sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO).

BPDP memberikan bantuan PSR sebesar Rp60 juta per hektare dengan batas maksimal empat hektare per pekebun. Dana disalurkan dalam dua termin kepada pekebun plasma maupun swadaya yang tergabung dalam kelompok tani, gabungan kelompok tani, koperasi, atau kelembagaan pekebun lainnya.

Kabupaten Landak memiliki titik PSR terbanyak di Kalimantan Barat dengan 53 titik. Sanggau menyusul dengan 50 titik, sedangkan Bengkayang memiliki 25 titik.

apkasindo

Potensi PSR di Kalimantan Barat masih besar. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat luas perkebunan di provinsi tersebut mencapai 2,9 juta hektare. Kelapa sawit menjadi komoditas dominan dengan luas 2.209,64 ribu hektare.

Perkebunan sawit rakyat mencapai 706.355,95 hektare dengan produksi 1.258.714,622 ton per tahun. Sektor ini melibatkan 284.578 kepala keluarga.

Dari total perkebunan rakyat tersebut, sekitar 41.459,5 hektare merupakan tanaman tua atau rusak yang membutuhkan peremajaan.

Selain dana PSR, BPDP memberikan dukungan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan perkebunan. Bantuan mencakup benih, pupuk, alat pascapanen, perbaikan jalan produksi, pengelolaan air, dan sertifikasi ISPO.

Program PSR diharapkan dapat mengembalikan produktivitas kebun sawit rakyat tanpa membuka lahan baru, sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekebun dan memperkuat praktik perkebunan berkelanjutan.

Tags:

peremajaan sawit rakyatPSRBerita Sawit

Berita Sebelumnya
Harga TBS Riau Periode 19–25 Agustus 2026 Kembali Turun

Harga TBS Riau Periode 19–25 Agustus 2026 Kembali Turun

Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit kemitraan swadaya di Provinsi Riau untuk periode Rabu–Selasa, 19–25 Agustus 2026, mengalami penurunan.

20 Agustus 2026Harga TBS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *