
sawitsetara.co - PEKANBARU — Fasilitas produksi PT Arthasiddhi Sukses Anugerah di Desa Bukit Sakai, Kecamatan Kampar Kiri SP6, mendapat kunjungan Siak Pelalawan Landscape Programme (SPLP) dan akademisi Fakultas Pertanian Universitas Riau, Selasa (15/9/2026).
Rombongan disambut Direktur Utama PT Arthasiddhi Sukses Anugerah, Kevin Ananta dan tim. Mereka melihat langsung proses produksi pupuk organik bermerek UPU Ultra Stron9 yang berbahan dasar hasil samping pengolahan kelapa sawit.
Bahan yang digunakan antara lain janjang kosong (jangkos) cacah, abu janjang kosong, dan decanter solid. Seluruh bahan tersebut dicampur dan diperkaya dengan bakteri sebelum diolah menjadi pupuk organik.
Kevin mengatakan, pabrik tersebut telah berdiri sejak 2018. Gagasan memproduksi pupuk organik muncul ketika harga sawit relatif rendah dan petani membutuhkan pupuk yang dapat membantu meningkatkan produktivitas dengan harga terjangkau.
“Waktu itu kita berpikir, petani dikala itu harga sawit cukup murah. Kenapa kita tidak bikin pupuk yang bisa membuat sawit itu produktivitasnya makin naik dengan harga yang relatif terjangkau,” kata Kevin.
Menurut dia, Ultra Stron9 memanfaatkan hasil samping dari industri kelapa sawit sebagai bahan baku sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada pupuk kimia dari luar negeri.
“Jadi kita manfaatkan semua byproduct yang tadinya orang bilang limbah, kita tidak bilang limbah. Kenapa? Karena manfaat ekonominya masih ada,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bahan baku tersebut berasal dari janjang kosong dan lumpur sawit atau decanter solid. Bahan-bahan itu kemudian diolah menjadi pupuk organik yang ditujukan sebagai pembenah tanah sekaligus membantu meningkatkan produktivitas tanaman sawit.
Kevin menyebut salah satu pembeda Ultra Stron9 adalah bahan bakunya yang seluruhnya berasal dari sawit. Selain itu, produk tersebut diperkaya tujuh jenis bakteri.
“Dia diperkaya dengan tujuh macam bakteri super. Tujuh macam bakteri super ini yang berfungsi sebagai pengikat nitrogen, telur kalium dan fosfat. Dia juga ada antiganoderma, ada trichoderma di dalam sini,” katanya.
Sementara itu, Maharani, fasilitator desa dari SPLP, mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari proses produksi pupuk kompos atau pupuk organik dari tandan kosong kelapa sawit.
Menurut dia, salah satu hal yang menarik dari fasilitas tersebut adalah hasil olahan jangkos yang lebih halus dibandingkan pupuk kompos yang diproduksi di desa dampingannya.
“Yang saya lihat di sini itu kelebihannya produk pupuk komposnya itu lebih halus dibanding pupuk kompos yang desa dampingan saya sendiri,” kata Maharani.
Ia menambahkan, pupuk Ultra Stron9 dapat menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat dan petani yang membutuhkan pupuk organik.
“Ultra Stron9, tanah sehat, panen mantap,” ujarnya.
Dosen Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Riau, Zafitra, yang turut mengikuti kunjungan tersebut, menilai pupuk organik memiliki peran penting dalam menjaga kualitas tanah.
“Pupuk organik ini memang sangat diperlukan bagi tanaman. Karena juga kegunaan dari pupuk organik ini adalah untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah,” kata Zafitra.
Ia juga menyebut pupuk yang diproduksi PT Arthasiddhi Sukses Anugerah memiliki kandungan unsur hara N, P, dan K yang tinggi.
“Jadi saya sangat merekomendasikan pupuk Ultra Stron9 ini untuk diaplikasikan di perkebunan sawit. Baik itu di masyarakat ataupun di perkebunan swasta,” ujarnya.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *