KONSULTASI
Logo

Setelah Sempat Anjlok, Harga TBS Sawit Berangsur Pulih di Sejumlah Daerah

14 Juli 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Setelah Sempat Anjlok, Harga TBS Sawit Berangsur Pulih di Sejumlah Daerah

sawitsetara.co - JAKARTA — Upaya pemerintah menstabilkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit mulai menunjukkan hasil. Setelah sempat mengalami penurunan yang dinilai tidak sejalan dengan pergerakan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dunia, harga TBS di sejumlah sentra produksi kini kembali menguat. Sejumlah provinsi bahkan mencatatkan harga yang mendekati, bahkan melampaui, posisi sebelum koreksi terjadi.

Dikutip dari laporan dari laman resmi Kementerian Pertanian, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemulihan harga tersebut merupakan hasil dari langkah cepat pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan untuk mengembalikan harga TBS ke tingkat yang mencerminkan kondisi pasar.

"Alhamdulillah, langkah bersama yang kita lakukan mulai menunjukkan hasil positif. Bahkan harganya ada yang melampui harga sebelumnya. Ini sangat baik untuk kesejahteraan petani sawit," kata Amran dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).

Sawit Setara Default Ad Banner

Di Sumatera Utara, yang masih menjadi provinsi dengan harga TBS tertinggi secara nasional, tim penetapan harga menetapkan harga TBS tanaman usia 10–20 tahun sebesar Rp3.879,39 per kilogram untuk periode 17–23 Juni 2026. Nilai tersebut naik Rp159,30 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan yang terjadi dalam beberapa periode terakhir memperlihatkan mulai pulihnya pasar sawit setelah sempat mengalami koreksi.

Tren serupa terjadi di Sumatera Barat. Tim Penetapan Harga TBS Sawit Provinsi Sumatera Barat menetapkan harga TBS tanaman menghasilkan berumur 10–20 tahun sebesar Rp3.789,11 per kilogram, meningkat Rp104,33 per kilogram dibandingkan pekan sebelumnya. Penguatan harga juga mulai dirasakan petani sawit rakyat di daerah tersebut.

Di Riau, salah satu provinsi penghasil sawit terbesar di Indonesia, harga TBS plasma periode 17–23 Juni 2026 juga kembali naik. Untuk kelompok umur sembilan tahun ditetapkan sebesar Rp3.785,88 per kilogram, sedangkan kelompok umur 10–20 tahun mencapai Rp3.765,20 per kilogram. Kenaikan itu membuat harga kembali mendekati level Rp3.800 per kilogram.

Penguatan harga juga terjadi di Sumatera Selatan. Berdasarkan penetapan harga periode kedua Juni 2026 yang berlaku untuk pembelian 16–30 Juni, harga TBS tanaman umur 10–20 tahun mencapai Rp3.704,99 per kilogram, lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

Sawit Setara Default Ad Banner

Sementara itu, Provinsi Jambi mencatatkan harga TBS mitra plasma sebesar Rp3.706 per kilogram, menempatkannya dalam jajaran daerah dengan harga sawit tertinggi nasional.

Di Kalimantan Barat, harga TBS tanaman umur 10–20 tahun pada periode II Juni 2026 naik Rp264 per kilogram menjadi Rp3.446,65 per kilogram. Kenaikan tersebut menjadi kabar positif bagi petani sawit di wilayah tersebut setelah harga sebelumnya sempat melemah.

Kenaikan harga yang terjadi di berbagai sentra produksi menunjukkan bahwa pemulihan tidak hanya berlangsung di satu daerah, tetapi terjadi secara luas. Kondisi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani sawit yang selama beberapa waktu terakhir terdampak penurunan harga.

Sawit Setara Default Ad Banner

Sebelumnya, harga TBS di sejumlah wilayah mengalami penurunan yang dinilai pemerintah sebagai anomali. Menurut Amran, pelemahan harga terjadi ketika harga CPO dunia justru meningkat dan nilai tukar dolar Amerika Serikat menguat.

Merespons kondisi itu, Kementerian Pertanian menggelar sedikitnya tiga kali pertemuan dengan asosiasi petani, perusahaan sawit, eksportir, pelaku usaha, serta aparat penegak hukum untuk mengevaluasi tata niaga sawit. Pemerintah juga memperkuat pengawasan terhadap perusahaan yang belum mematuhi ketentuan harga yang ditetapkan pemerintah daerah.

Amran mengatakan arahan Presiden Prabowo Subianto adalah memastikan kesejahteraan petani tetap terjaga melalui harga TBS yang mengikuti mekanisme pasar.

"Kita ingin industri sawit Indonesia tumbuh kuat, tetapi yang paling penting petani harus sejahtera. Tidak boleh ada pihak yang dirugikan. Harga yang baik akan meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat ekonomi daerah sentra sawit," ujarnya.

Pemerintah optimistis tren pemulihan harga dapat terus berlanjut sehingga memberikan kepastian usaha bagi sekitar 15 juta masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada sektor kelapa sawit.

Tags:

harga TBS

Berita Sebelumnya
Menunggu Sawit di Lahan PSR Berbuah, Memanen Harapan dari Tumpang Sari

Menunggu Sawit di Lahan PSR Berbuah, Memanen Harapan dari Tumpang Sari

Namun, kekhawatiran itu tidak sepenuhnya dirasakan Seno. Ia memilih memanfaatkan ruang kosong di antara tanaman sawit muda dengan menanam ubi jalar dan pisang. Hasilnya bukan sekadar mengisi lahan, tetapi juga menjadi sumber penghasilan yang menjaga dapur keluarganya tetap mengepul.

13 Juli 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *