KONSULTASI
Logo

Wilmar Wujudkan Pendidikan untuk Anak-Anak Pekebun Sawit

12 Januari 2026
AuthorIbnu
EditorIbnu
Wilmar Wujudkan Pendidikan untuk Anak-Anak Pekebun Sawit
HOT NEWS

sawitsetara.co – SAMPIT - Deretan bangunan megah berdiri di kanan-kiri jalan. Jika di perkotaan, ini akan menjadi pemandangan biasa. Tetapi bagunan tersebut berada di tengah perkebunan sawit, sehingga kontras dengan lanskap sekitarnya.

Apalagi jika masuk ke dalam. Bangunan fisik dan fasilitas tak ubahnya seperti sekolah unggulan di Jakarta dan sekitarnya. Sekolah tersebut bernama Bina Bangsa 02 yang berada di wilayah PT Karunia Kencana Permaisejati, Wilmar Group, di Desa Kenyala, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Kalteng). Pengelolaannya dilakukan oleh Yayasan Bina Bangsa dibawah Wilmar Central Kalimantan Project.

Wilmar dikenal sebagai perusahaan agribisnis, Lantas apa yang mendorong perusahaan sangat peduli terhadap pendidikan?. Koordinator Yayasan Bina Bangsa Siti Wahyuni menjelaskan, pendidikan adalah satu komitmen perusahaan untuk menyiapkan pondasi bagi generasi di masa depan. Semua anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama dalam pendidikan.

“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa sehingga harus disiapkan sebaik mungkin,” kata Wahyuni.


Idul Fitri

Saat ini, Yayasan Bina Bangsa mengelola 20 sekolah di Kalteng, yaitu 8 Taman Kanak-Kanak (TK), 6 Sekolah Dasar (SD), 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 3 Sekolah Menengah Atas (SMA). Sedangkan total jumlah siswa mencapai 6.004 anak dan 289 guru. Sekolah tersebut dioperasikan di tiga lokasi yang berbeda. “Sekolah ini konsepnya free. Siswa hanya membayar untuk seragam,” ujarnya.

Wahyuni mengatakan, selain anak karyawan, Sekolah Bina Bangsa juga memberikan akses bagi masyarakat untuk bersekolah. Saat ini ada 380 anak desa binaan yang bersekolah di Bina Bangsa.

Salah satu upaya menyiapkan generasi yang baik adalah memupuk minat dan bakat siswa yang dilakukan melalui berbagai pelajaran seni tari, musik, berkebun, drum band, dan teknologi informasi. Hal itulah yang mendorong siswa menorehkan prestasi baik di tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.


Idul Fitri

Wahyuni menambahkan, karena prestasinya, sekolah Bina Bangsa telah ditetapkan sebagai sekolah penggerak, yang merupakan program pemerintah untuk mengakselerasi sekolah untuk bergerak satu hingga dua tahap agar lebih maju. “Program kami diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam menyiapkan generasi unggul,” pungkas Wahyuni.


Berita Sebelumnya
Kemendag: Program B50 Tidak Menggaggu Ekspor Sawit

Kemendag: Program B50 Tidak Menggaggu Ekspor Sawit

Dalam Indonesian Palm Oil Networking Reception Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Dyah Roro Esti Widya Putri menyatakan bahwa, Indonesia tengah memperkuat mandat biodieselnya, termasuk persiapan menuju program B50 (campuran minyak sawit 50 persen) pada 2026 ini, sebagai bagian dari strategi keamanan energi.

11 Januari 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *