KONSULTASI
Logo

Bibit Unggul Jadi Kunci Produktivitas Sawit, Dapatkan Bibit Bersertifikat di Pembibitan APKASINDO

6 Februari 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Bibit Unggul Jadi Kunci Produktivitas Sawit, Dapatkan Bibit Bersertifikat di Pembibitan APKASINDO
HOT NEWS

sawitsetara.co - PEKANBARU — Penggunaan bibit unggul dan bersertifikat dinilai menjadi kunci utama peningkatan produktivitas kebun sawit rakyat. Hal ini ditegaskan Pembibitan APKASINDO Pasir Putih, Riau, yang selama beberapa tahun terakhir fokus tidak hanya pada produksi bibit, tetapi juga pendampingan dan edukasi petani.

Asisten Pembibitan APKASINDO Pasir Putih, Noval Saragi, SP, mengatakan masih banyak petani yang salah kaprah dengan menganggap harga bibit sebagai beban biaya semata, bukan investasi jangka panjang.

“Banyak yang bilang bibit mahal. Padahal kalau dihitung, bibit itu menentukan hasil sampai 25 tahun ke depan. Kerugian justru besar kalau sejak awal pakai bibit tidak jelas asal-usulnya,” kata Noval.

WhatsApp Image 2026-02-06 at 09.26.38.jpeg

Sebagai informasi, Pembibitan APKASINDO Pasir Putih merupakan hasil kolaborasi dengan Pondok Pesantren Teknologi Riau. Pembibitan ini diresmikan oleh Wakil Presiden RI ke-13, KH Ma’ruf Amin, yang bagian dari pengembangan santripreneur berbasis komoditas strategis nasional.

Di pembibitan Apkasindo, seleksi bibit dilakukan secara ketat sejak tahap awal. Pada fase Pre Nursery, bibit sudah disaring dari berbagai kelainan seperti albino, daun kurma, erek, hingga giant. Proses seleksi kembali dilakukan saat pemindahan ke Main Nursery, dan dilanjutkan dengan sortir ulang setelah bibit berumur sekitar dua bulan.

“Hanya bibit yang benar-benar layak yang kami salurkan ke petani,” ujarnya.

Pembibitan ini juga menerapkan perlakuan khusus untuk mengantisipasi serangan penyakit Ganoderma, yang kerap muncul pada lahan sawit hasil peremajaan.

“Dari awal PN sampai MN, kami sudah aplikasikan bahan untuk menekan risiko ganoderma. Ini yang membedakan kami dengan banyak penangkar lain,” kata Noval.

WhatsApp Image 2026-02-06 at 10.27.41.jpeg

Saat ini, APKASINDO menargetkan produksi hingga 1 juta bibit per tahun. Hingga awal tahun ini, sekitar 650 ribu batang bibit telah tersedia dari empat lokasi pembibitan, yakni Pasir Putih, Kota Batak, Dumai, dan Ukui. Lokasi Ukui yang baru dibuka memiliki kapasitas produksi sekitar 150 ribu batang per tahun.

Minat terhadap bibit APKASINDO terbilang tinggi. Sebagian bibit bahkan telah dipesan oleh koperasi dan kelompok tani sejak usia lima bulan. Distribusi bibit juga telah menjangkau berbagai daerah di luar Riau, seperti Sumatera Selatan, Lampung, hingga Aceh.

Feedback dari petani disebut cukup signifikan. Sejumlah petani melaporkan tanaman sawit dari bibit APKASINDO mulai berbunga dan berbuah lebih cepat dibandingkan bibit tidak bersertifikat.

“Ada petani yang melapor, satu sampai satu setengah tahun sudah berdompet. Bahkan ada yang panen di umur dua setengah tahun,” ujar Noval.

WhatsApp Image 2026-02-06 at 09.26.26.jpeg

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kecocokan varietas dengan karakteristik lahan. Karena itu, edukasi menjadi bagian tak terpisahkan dari layanan pembibitan. Noval pun mengimbau petani sawit untuk kembali menanam bibit bersertifikat dan berlabel biru dari dinas terkait.

“Ada varietas yang unggul di gambut, di bukit, di rawa, atau di lahan berpasir. Kalau salah pilih, hasilnya tidak maksimal,” katanya. “Kalau mau sawit berkelanjutan, kuncinya dari awal. Tanamlah bibit yang jelas asal-usulnya, supaya hasilnya baik dan petani tidak dirugikan.”

Bibit kelapa sawit unggul dari Pembibitan APKASINDO bisa didapatkan dengan menghubungi narahubung di 0812 6640 3808 atau pesan langsung akun Tik Tok @pembibitan.apkasi.

Tags:

bibit sawit

Berita Sebelumnya
Konsumsi Sawit Bersertifikat RSPO Jadi Tonggak Indonesia Menuju Berkelanjutan

Konsumsi Sawit Bersertifikat RSPO Jadi Tonggak Indonesia Menuju Berkelanjutan

Indonesia kini memasuki babak baru dalam perjalanan konsumsi produk sawit berkelanjutan. Forum Pengembangan Kampoeng Batik Laweyan (FPKBL), setelah berhasil menciptakan formula palm-based batik wax, resmi meraih Sertifikasi RSPO Supply Chain Certification (SCC).

| Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *