
sawitsetara.co - JAKARTA — Buah sawit merupakan salah satu komoditas pertanian bernilai ekonomis tinggi, terutama sebagai bahan baku industri minyak nabati. Namun, di tingkat kebun, petani kerap menghadapi persoalan serius berupa buah sawit yang membusuk sebelum masak di pohon.
Ketidaktahuan dalam menangani masalah ini tak hanya menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga menurunkan mutu minyak sawit yang dihasilkan.
Masalah pembusukan buah sebelum masak perlu mendapat perhatian karena berdampak langsung terhadap produktivitas dan kualitas hasil panen. Pemahaman terhadap penyebab serta langkah pengendalian yang tepat menjadi kunci agar kerugian bisa ditekan dan hasil panen tetap optimal.
Penyebab Buah Sawit Busuk Sebelum Masak
Penyakit busuk buah pada kelapa sawit umumnya muncul saat musim hujan atau di wilayah dengan tingkat kelembapan tinggi. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi jamur Marasmius palmivorus yang menyerang buah dan tandan buah segar (TBS).
Jamur ini memiliki bentuk rizomorf dengan ujung menyerupai kapas berwarna putih atau merah muda. Tubuh buah jamur berbentuk seperti payung dengan diameter sekitar 2,5 hingga 7,5 sentimeter dan tangkai sepanjang 2,5 hingga 3,5 sentimeter.
Dalam kondisi kering, warnanya berubah menjadi putih, sedangkan pada kondisi basah cenderung merah muda. Di bagian bawah tubuh buah terdapat banyak basidium yang menghasilkan spora dalam jumlah besar, sehingga mempercepat penyebaran penyakit.
Selain faktor patogen, terdapat sejumlah kondisi kebun yang memperbesar risiko serangan busuk buah. Lingkungan yang lembap akibat drainase buruk menjadi pemicu utama berkembangnya jamur. Rotasi panen yang terlambat juga berperan karena buah yang terlalu lama dibiarkan di pohon lebih rentan terserang patogen.
Faktor lainnya adalah pemangkasan daun yang tidak dilakukan secara rutin. Penumpukan daun tua dan kering menghambat sirkulasi udara dan menciptakan kondisi lembap di sekitar tandan buah.
Sanitasi kebun yang buruk, seperti sisa tanaman terinfeksi dan tandan kosong yang dibiarkan menumpuk, turut mempercepat penyebaran penyakit. Jarak tanam yang terlalu rapat juga memperparah kondisi karena mengurangi sirkulasi udara dan menurunkan daya tahan tanaman.
Gejala Serangan Busuk Buah
Penyakit busuk buah dapat dikenali dari sejumlah gejala visual. Buah yang semula hijau dan berubah merah saat matang akan mengalami perubahan warna lebih awal menjadi cokelat atau hitam. Perubahan ini biasanya dimulai dari pangkal atau ujung buah sebelum menyebar ke seluruh permukaan.
Selain buah, tandan tempat buah menempel juga ikut membusuk dan menjadi lembek dengan warna cokelat kehitaman. Buah yang terinfeksi sering gugur sebelum mencapai kematangan penuh akibat melemahnya struktur tandan.
Pada permukaan buah sering terlihat lapisan jamur atau spora berwarna putih, abu-abu, hingga hitam. Tekstur daging buah berubah menjadi lembek dan berair, disertai bau tidak sedap akibat proses pembusukan. Dalam beberapa kasus, buah dan tandan menunjukkan pertumbuhan tidak normal, seperti ukuran yang lebih kecil atau bentuk tidak beraturan.
Deteksi dini terhadap gejala-gejala ini menjadi penting agar petani dapat segera melakukan tindakan pengendalian sebelum penyakit menyebar lebih luas.
Cara Mengatasi Buah Sawit Busuk Sebelum Masak
Pengendalian busuk buah sawit perlu dilakukan secara terpadu melalui langkah pencegahan dan penanganan teknis di kebun. Salah satu upaya jangka panjang adalah penggunaan varietas sawit yang memiliki ketahanan terhadap penyakit jamur. Varietas unggul ini mampu menekan risiko serangan secara signifikan.
Pengaturan jarak tanam juga berperan penting untuk meningkatkan sirkulasi udara dan memastikan tanaman memperoleh sinar matahari serta nutrisi yang cukup. Selain itu, pemupukan yang tepat sejak awal penanaman menjadi langkah krusial.
Pada tahap penanaman, pemupukan dapat dilakukan dengan aplikasi GDM SaMe sebanyak 150 kilogram per hektare yang ditebarkan di sekitar bonggol lubang tanam. Selanjutnya, GDM Black BOS sebanyak 10 kilogram per hektare dicampur dengan 100 liter air atau dengan perbandingan 1:10, lalu disiramkan ke lubang tanam. Pupuk Organik Cair GDM Spesialis Kelapa Sawit atau GDM Sawit juga diaplikasikan dengan dosis 35 mililiter per tanaman atau setara 5 liter per hektare.
Pada fase tanaman belum menghasilkan (TBM) usia 0 hingga 3 tahun, pemupukan dilakukan menggunakan GDM Sawit, Pupuk Organik Granule GDM (POG GDM), dan GDM Black BOS. Aplikasi GDM Sawit dilakukan dengan dosis 70 mililiter per tanaman setiap dua bulan, POG GDM sebanyak 2 kilogram per piringan tanaman setiap enam bulan, serta GDM Black BOS sebanyak 10 kilogram per hektare yang diaplikasikan setiap enam bulan.
Sementara pada tanaman menghasilkan (TM) berumur di atas 3 tahun, dosis pemupukan ditingkatkan. GDM Sawit diaplikasikan dengan dosis 100 mililiter per tanaman melalui penyiraman, serta 50 mililiter per tanaman melalui metode injeksi. POG GDM diberikan sebanyak 2,5 kilogram per piringan tanaman setiap enam bulan. GDM Black BOS tetap diaplikasikan dengan dosis 10 kilogram per hektare setiap enam bulan.
Selain pemupukan, pengendalian penyakit dilakukan dengan penggunaan fungisida untuk menekan jamur penyebab busuk buah seperti Marasmius dan Ganoderma. Insektisida juga diperlukan untuk mengendalikan hama yang dapat membuka jalan bagi infeksi patogen.
Pemangkasan daun secara rutin membantu mengurangi kelembapan di sekitar tandan buah dan menghilangkan tempat persembunyian hama. Sanitasi kebun harus dijaga dengan membersihkan sisa tanaman, tandan kosong, dan buah terinfeksi yang jatuh ke tanah.
Pengelolaan drainase menjadi langkah penting untuk mencegah genangan air dan kelembapan berlebih. Selain itu, rotasi tanaman dan replanting dapat membantu menekan akumulasi patogen di dalam tanah. Pemanenan yang dilakukan tepat waktu juga mengurangi risiko pembusukan akibat buah yang terlalu matang.
Dengan penerapan langkah-langkah tersebut secara konsisten, risiko buah sawit busuk sebelum masak dapat ditekan, sehingga produktivitas kebun dan kualitas minyak sawit tetap terjaga.


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *