
sawitsetara.co - PEKANBARU — Program Beasiswa SDM Sawit 2026 yang dibuka oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bersama Kementerian Pertanian menjadi incaran banyak calon mahasiswa.
Selain memberikan pembiayaan penuh, program yang menyasar 4.000 lebih calon mahasiswa ini juga membuka peluang besar untuk berkarier di sektor strategis perkebunan sawit.
Salah satu penerima Beasiswa SDM Sawit 2025, Muhammad Farhan, mahasiswa Jurusan Teknik Informatika di Politeknik Caltex Riau, membagikan pengalamannya dalam menghadapi proses seleksi yang cukup ketat.
“Yang paling penting itu sebenarnya dari awal kita harus paham jalur pendaftaran yang kita pilih. Jangan sampai salah jalur, karena itu bisa langsung gugur di tahap administrasi,” ujar Farhan kepada sawitsetara.co, Senin (30/03/2026).
Menurut Farhan, banyak peserta yang gagal bukan karena kemampuan akademik, melainkan karena kurang teliti dalam melengkapi dokumen. Ia menekankan pentingnya menyiapkan seluruh berkas sejak awal.
“Dokumen itu jangan dianggap sepele. Pastikan lengkap, jelas, dan sesuai ketentuan. Termasuk surat kesehatan dan tes buta warna, itu wajib,” jelasnya.
Farhan menjelaskan bahwa banyak peserta yang sebenarnya memiliki potensi, namun gagal pada tahap administrasi akibat kurang teliti dalam melengkapi dokumen. Ia menilai kesiapan berkas sejak awal menjadi kunci agar tidak terhambat dalam proses seleksi.
Selain kelengkapan administrasi, aspek akademik juga menjadi perhatian dalam proses seleksi. Nilai yang memenuhi syarat menjadi dasar, namun bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan.
Menurut Farhan, peserta juga perlu menunjukkan keseriusan dalam bidang yang dipilih, terutama yang berkaitan dengan sektor sawit. Hal ini dapat terlihat dari pilihan jurusan maupun pengalaman yang relevan.
Ia menyebutkan bahwa tahap wawancara menjadi salah satu penentu utama dalam seleksi, karena pada tahap ini peserta dinilai secara lebih mendalam. “Di wawancara biasanya ditanya tujuan kita, kenapa pilih sawit, jadi jawabannya harus jelas dan sesuai dengan kondisi kita,” ungkapnya.
Lebih lanjut, keterkaitan dengan dunia sawit, baik melalui latar belakang keluarga maupun pengalaman di lapangan, menjadi nilai tambah bagi peserta. Program ini memang ditujukan untuk mencetak SDM yang memahami dan dekat dengan sektor tersebut.
Farhan juga mengingatkan pentingnya manajemen waktu dalam proses pendaftaran, termasuk tidak menunda hingga batas akhir. “Jangan daftar di akhir-akhir, karena biasanya sistem padat dan kita jadi tidak maksimal,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa konsistensi antara dokumen, tujuan, dan jawaban saat wawancara menjadi faktor yang membedakan peserta yang lolos dan tidak.
Menutup keterangannya, Farhan menekankan pentingnya memiliki tujuan yang jelas sebelum mendaftar. “Yang lolos itu biasanya yang punya arah dan tahu mau berkontribusi seperti apa di sektor sawit,” pungkasnya.
Dengan persiapan yang matang dan strategi yang tepat, peluang untuk lolos dalam program Beasiswa SDM Sawit terbuka lebar bagi generasi muda yang ingin terjun dan berkembang di industri kelapa sawit.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *