KONSULTASI
Logo

Harga TBS Diproyeksi Stabil Empat Pekan, Plasma Berpotensi Naik ke Rp3.556/Kg

24 Agustus 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Harga TBS Diproyeksi Stabil Empat Pekan, Plasma Berpotensi Naik ke Rp3.556/Kg

sawitsetara.co - JAKARTA — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit diproyeksikan bergerak relatif stabil dalam empat pekan ke depan. Berdasarkan laporan harga TBS APKASINDO periode 17–23 Agustus 2026, harga TBS plasma diperkirakan meningkat secara bertahap hingga mencapai Rp3.556 per kilogram pada pekan keempat.

Dalam laporan tersebut, rata-rata harga TBS plasma pada periode 17–23 Agustus 2026 tercatat Rp3.541 per kilogram. Sementara harga TBS petani swadaya berada di level Rp2.985 per kilogram.

Untuk empat pekan mendatang, harga TBS plasma diproyeksikan mencapai Rp3.539 per kilogram pada pekan pertama, kemudian naik menjadi Rp3.546 per kilogram pada pekan kedua.

Harga diperkirakan kembali meningkat menjadi Rp3.551 per kilogram pada pekan ketiga dan mencapai Rp3.556 per kilogram pada pekan keempat.

apkasindo

Sementara itu, harga TBS swadaya juga diproyeksikan mengalami kenaikan tipis. Harga diperkirakan berada di level Rp3.003 per kilogram pada pekan pertama, Rp3.011 per kilogram pada pekan kedua, Rp3.019 per kilogram pada pekan ketiga, dan Rp3.025 per kilogram pada pekan keempat.

Dengan proyeksi tersebut, pergerakan harga TBS dalam empat pekan ke depan diperkirakan tidak mengalami perubahan signifikan. APKASINDO menegaskan bahwa proyeksi tersebut bersifat statistik dan indikatif, sehingga bukan merupakan jaminan harga.

Sebelumnya, rata-rata harga TBS plasma pada periode 17–23 Agustus 2026 tercatat Rp3.541 per kilogram atau turun Rp15 per kilogram dibandingkan pekan sebelumnya. Adapun harga TBS swadaya mencapai Rp2.985 per kilogram, turun Rp43 per kilogram atau 1,4%.

apkasindo

Laporan tersebut juga mencatat harga plasma lebih tinggi dibandingkan swadaya di 21 dari 22 provinsi yang memiliki data lengkap. Selisih rata-rata nasional kedua skema mencapai Rp556 per kilogram atau 15,7%.

Dari sisi acuan harga, estimasi paritas TBS berdasarkan harga tender CPO domestik KPBN, rendemen 21%, dan indeks K 85% berada di level Rp2.874 per kilogram. Rata-rata harga plasma tercatat 23,2% di atas estimasi tersebut, sedangkan harga swadaya 3,9% di atasnya. APKASINDO menegaskan angka paritas tersebut bersifat indikatif dan digunakan sebagai bahan telaah, bukan sebagai penetapan harga.

APKASINDO juga mengingatkan agar proyeksi harga dipandang sebagai indikasi arah pergerakan, bukan angka pasti. Berdasarkan pengujian terhadap delapan pekan terakhir, prediksi satu pekan rata-rata memiliki selisih sekitar Rp39 per kilogram dari harga riil.

Informasi lebih lengkap terkait harga TBS sawit nasional, silakan klik tautan berikut: hargasawitindonesia.id

Tags:

harga TBSBerita Sawit

Berita Sebelumnya
HUT Ke-81 RI Jadi Momentum Kebangkitan Petani Sawit Swadaya

HUT Ke-81 RI Jadi Momentum Kebangkitan Petani Sawit Swadaya

Petani sawit swadaya yang tergabung dalam APKASINDO di seluruh Indonesia didorong memperkuat semangat Merah Putih dalam memperjuangkan masa depan sawit nasional.

21 Agustus 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *