KONSULTASI
Logo

Harga TBS Kemitraan Swadaya Riau Periode 16–22 September 2026 Turun Rp31,22 per Kg

15 September 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Harga TBS Kemitraan Swadaya Riau Periode 16–22 September 2026 Turun Rp31,22 per Kg

sawitsetara.co - PEKANBARU — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit Kemitraan Swadaya Provinsi Riau mengalami penurunan pada periode 16–22 September 2026.

Berdasarkan penetapan harga TBS Kemitraan Swadaya Riau Nomor 34, periode Rabu–Selasa, 16–22 September 2026, harga TBS untuk tanaman umur 9 tahun ditetapkan sebesar Rp3.912,24 per kilogram.

Harga tersebut turun Rp31,22 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya.

Penurunan harga juga tercermin pada sejumlah kelompok umur tanaman. Sementara itu, harga TBS tertinggi pada periode ini berada pada tanaman umur 9 tahun, yakni Rp3.912,24 per kilogram.

Dalam penetapan tersebut, Indeks K tercatat 93,34 persen, dengan BOTL sebesar 0,93 persen. Harga CPO ditetapkan Rp15.750,59 per kilogram, sedangkan harga kernel sebesar Rp14.339 per kilogram dan harga cangkang Rp24,76 per kilogram.

apkasindo

Berikut daftar lengkap harga TBS Kemitraan Swadaya Provinsi Riau periode 16–22 September 2026:

- Umur 3 tahun: Rp3.028,66/kg

- Umur 4 tahun: Rp3.378,20/kg

- Umur 5 tahun: Rp3.625,74/kg

- Umur 6 tahun: Rp3.765,56/kg

- Umur 7 tahun: Rp3.850,46/kg

- Umur 8 tahun: Rp3.897,11/kg

- Umur 9 tahun: Rp3.912,24/kg

- Umur 10–20 tahun: Rp3.871,50/kg

- Umur 21 tahun: Rp3.806,28/kg

- Umur 22 tahun: Rp3.731,17/kg

- Umur 23 tahun: Rp3.645,77/kg

- Umur 24 tahun: Rp3.581,08/kg

- Umur 25 tahun: Rp3.528,02/kg

- Umur 26 tahun: Rp3.508,91/kg

- Umur 27 tahun: Rp3.479,38/kg

- Umur 28 tahun: Rp3.423,38/kg

- Umur 29 tahun: Rp3.382,21/kg

- Umur 30 tahun: Rp3.288,12/kg.

Tags:

Berita Sawitharga TBSharga TBS Riau

Berita Sebelumnya
Integrasi Sawit-Sapi Didorong untuk Perkuat Ketahanan Pangan Kalsel

Integrasi Sawit-Sapi Didorong untuk Perkuat Ketahanan Pangan Kalsel

Integrasi perkebunan kelapa sawit dan peternakan sapi dinilai memiliki potensi untuk memperkuat ketahanan pangan Kalimantan Selatan. Pengembangan pola tersebut menjadi salah satu perhatian Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan saat melakukan kunjungan kerja ke PT Astra Agro Lestari Tbk, Jumat (11/9/2026).

14 September 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *