
sawitsetara.co - PALEMBANG — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menguat pada periode I Agustus 2026. Kenaikan terjadi hampir pada seluruh kelompok umur tanaman, seiring meningkatnya harga crude palm oil (CPO) dan inti sawit yang menjadi komponen dalam penetapan harga TBS.
Berdasarkan penetapan Tim Penetapan Harga TBS Dinas Perkebunan (Disbun) Sumsel, harga TBS tanpa cangkang untuk tanaman berumur 10–20 tahun ditetapkan sebesar Rp3.891,68 per kilogram pada periode I Agustus 2026.
Harga tersebut meningkat Rp63,79 per kilogram atau sekitar 1,67 persen dibandingkan periode II Juli 2026 yang berada di level Rp3.827,89 per kilogram.
Kenaikan ini sekaligus memperpanjang tren penguatan harga TBS Sumsel dalam dua periode berturut-turut sejak awal Juli 2026. Pada periode II Juni, harga TBS tanaman berumur 10–20 tahun masih berada di level Rp3.704,99 per kilogram.
Harga kemudian meningkat menjadi Rp3.750,70 per kilogram pada periode I Juli dan kembali naik menjadi Rp3.827,89 per kilogram pada periode II Juli. Dengan penetapan terbaru, harga TBS telah meningkat Rp186,69 per kilogram sejak periode II Juni.
Penguatan harga TBS tersebut sejalan dengan kenaikan harga komoditas pendukung dalam formula penetapan harga. Harga rata-rata CPO pada periode I Agustus tercatat Rp15.347,85 per kilogram, meningkat dari Rp15.161,14 per kilogram pada periode II Juli.
Kenaikan juga terjadi pada harga rata-rata inti sawit. Komoditas tersebut meningkat cukup signifikan dari Rp13.231,97 per kilogram menjadi Rp13.928,93 per kilogram.
Sementara itu, indeks K justru mengalami penurunan tipis. Indeks K pada periode I Agustus tercatat 93,38 persen, turun dari 93,65 persen pada periode II Juli.
Meski indeks K melemah, peningkatan harga CPO dan inti sawit mampu mendorong harga TBS Sumsel kembali naik.
Kenaikan tidak hanya terjadi pada tanaman berumur 10–20 tahun. Hampir seluruh kelompok umur juga mencatat penguatan harga pada periode I Agustus.
Pada tanaman berumur tiga tahun, misalnya, harga TBS naik dari Rp3.217,89 per kilogram menjadi Rp3.267,58 per kilogram. Sementara tanaman berumur sembilan tahun meningkat dari Rp3.695,94 per kilogram menjadi Rp3.754,16 per kilogram.
Untuk tanaman berumur 21 tahun, harga TBS naik dari Rp3.817,02 per kilogram menjadi Rp3.881,36 per kilogram. Adapun tanaman berumur 30 tahun meningkat dari Rp3.381,08 per kilogram menjadi Rp3.444,86 per kilogram.
Berikut daftar lengkap harga TBS tanpa cangkang di Sumatera Selatan periode I Agustus 2026:
Umur 3 tahun: Rp3.267,58 per kilogram
Umur 4 tahun: Rp3.370,08 per kilogram
Umur 5 tahun: Rp3.516,05 per kilogram
Umur 6 tahun: Rp3.552,98 per kilogram
Umur 7 tahun: Rp3.549,64 per kilogram
Umur 8 tahun: Rp3.679,09 per kilogram
Umur 9 tahun: Rp3.754,16 per kilogram
Umur 10–20 tahun: Rp3.891,68 per kilogram
Umur 21 tahun: Rp3.881,36 per kilogram
Umur 22 tahun: Rp3.891,72 per kilogram
Umur 23 tahun: Rp3.864,62 per kilogram
Umur 24 tahun: Rp3.756,60 per kilogram
Umur 25 tahun: Rp3.771,02 per kilogram
Umur 26 tahun: Rp3.703,79 per kilogram
Umur 27 tahun: Rp3.648,53 per kilogram
16. Umur 28 tahun: Rp3.586,38 per kilogram
Umur 29 tahun: Rp3.518,35 per kilogram
Umur 30 tahun: Rp3.444,86 per kilogram
Dengan penetapan tersebut, Rp3.891,68 per kilogram menjadi harga tertinggi TBS Sumsel pada periode I Agustus untuk kelompok umur 10–20 tahun, sementara harga terendah berada pada tanaman berumur tiga tahun dengan Rp3.267,58 per kilogram.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *