KONSULTASI
Logo

APKASINDO: Pupuk Organik Berbasis Limbah Sawit Jadi Harapan Baru Petani Hadapi Lonjakan Biaya Produksi

19 Juni 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
APKASINDO: Pupuk Organik Berbasis Limbah Sawit Jadi Harapan Baru Petani Hadapi Lonjakan Biaya Produksi

WhatsApp Image 2026-06-19 at 12.35.45.jpeg

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP APKASINDO, Dr. Gulat Medali Emas Manurung, menegaskan bahwa pelatihan pembuatan pupuk organik bukan sekadar kegiatan teknis biasa. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan jawaban atas persoalan nyata yang dihadapi jutaan petani sawit Indonesia.

“Praktik pembuatan pupuk organik ini mungkin bagi sebagian orang terlihat biasa. Namun bagi kami petani sawit, ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Di tengah harga pupuk yang melonjak hampir 60 persen, kegiatan ini menghadirkan harapan baru bagi petani untuk menekan biaya produksi dan menjaga produktivitas kebun,” kata Dr. Gulat dalam agenda yang ditaja di Hotel Grand Central, Kamis (18/6/2026) tersebut.

Sawit Setara Default Ad Banner

Menurutnya, selama beberapa tahun terakhir biaya pemupukan menjadi salah satu komponen terbesar dalam struktur biaya usaha perkebunan sawit rakyat. Banyak petani terpaksa mengurangi dosis pupuk akibat keterbatasan modal, yang pada akhirnya berdampak terhadap penurunan produktivitas tanaman.

Karena itu, pemanfaatan limbah kelapa sawit seperti solid dan tandan kosong (tankos) menjadi pupuk organik merupakan solusi yang harus didorong secara masif.

“Limbah sawit selama ini sering dianggap tidak bernilai. Padahal jika dikelola dengan baik, solid dan tandan kosong dapat menjadi sumber nutrisi yang sangat bermanfaat bagi tanaman sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia,” ujarnya.

Dr. Gulat menyampaikan apresiasi kepada BPDP yang terus mendukung program-program pemberdayaan petani sawit melalui pelatihan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga penguatan kelembagaan petani.

Ia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Perkebunan yang selama ini konsisten mendampingi petani sawit dalam berbagai program pembangunan perkebunan.

Sawit Setara Default Ad Banner

Menurut Dr. Gulat, transformasi menuju pertanian sawit berkelanjutan tidak cukup hanya dilakukan melalui peningkatan produktivitas, tetapi juga harus menyentuh aspek efisiensi biaya produksi.

“Kalau petani ingin bertahan dan berkembang, maka biaya produksi harus ditekan. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di sekitar kebun menjadi pupuk organik yang murah dan mudah dibuat,” katanya.

Selain mengurangi biaya produksi, penggunaan pupuk organik juga dinilai dapat memperbaiki kondisi tanah yang selama bertahun-tahun mendapatkan asupan pupuk kimia secara intensif.

Ia berharap para peserta workshop tidak hanya mengikuti pelatihan secara formal, tetapi benar-benar menerapkan ilmu yang diperoleh di kebun masing-masing.

“Kita ingin petani pulang membawa keterampilan baru. Jangan berhenti di ruang pelatihan. Terapkan di lapangan, ajarkan kepada kelompok tani lainnya, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” ujarnya.

Workshop tersebut juga menjadi wadah pertukaran pengalaman antarpetani sawit dari berbagai daerah di Riau mengenai praktik pengelolaan limbah perkebunan yang bernilai ekonomi.

Dengan semakin meningkatnya pemanfaatan pupuk organik berbasis limbah sawit, APKASINDO optimistis petani akan semakin mandiri, biaya produksi dapat ditekan, dan produktivitas kebun rakyat tetap terjaga di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri sawit nasional.

Tags:

APKASINDO

Berita Sebelumnya
Workshop Pupuk Organik Sawit di Pekanbaru, APKASINDO Riau dan BPDP Dorong Sawit Ramah Lingkungan serta Efisiensi Biaya Petani

Workshop Pupuk Organik Sawit di Pekanbaru, APKASINDO Riau dan BPDP Dorong Sawit Ramah Lingkungan serta Efisiensi Biaya Petani

Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPW APKASINDO) Provinsi Riau menggelar Workshop Praktik Pembuatan Pupuk Organik Berbasis Solid dan Tandan Kosong Kelapa Sawit Ramah Lingkungan di Pekanbaru, 18–19 Juni 2026.

18 Juni 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *