KONSULTASI
Logo

B50 Dinilai Bisa Setop Impor Solar, DEN Ingatkan Soal Keberlanjutan Pasokan

11 Februari 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
B50 Dinilai Bisa Setop Impor Solar, DEN Ingatkan Soal Keberlanjutan Pasokan
HOT NEWS

sawitsetara.co - DEPOK — Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) M. Fadhil Hasan menilai implementasi biodiesel B50 berpotensi menjadi titik balik kebijakan energi nasional. Peningkatan campuran biodiesel hingga 50 persen itu, kata dia, bukan sekadar agenda transisi energi, melainkan strategi ekonomi yang dapat menekan impor solar sekaligus memperkuat ketahanan energi.

“B50 adalah langkah strategis dan pragmatis—impor ditekan, devisa dihemat, emisi turun, dan ketahanan energi diperkuat, selama dikelola secara berkelanjutan,” ujar Fadhil Hasan saat berbicara dalam Workshop Jurnalis Program Biodiesel Sawit 2026 di Depok, Kamis (5/2/2026).

Promosi ssco

Menurut Fadhil, pengalaman penerapan B40 pada 2025 telah menunjukkan bahwa biodiesel efektif menjadi instrumen kebijakan ekonomi. Program tersebut dinilai mampu mengurangi ketergantungan pada solar impor sekaligus memberi dampak pada stabilitas neraca perdagangan. Keberhasilan B40 itu, kata dia, menjadi pijakan untuk menaikkan tingkat pencampuran ke B50.

Ia menambahkan, prospek B50 akan semakin kuat apabila berjalan paralel dengan penyelesaian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan. Dengan kombinasi itu, kebutuhan impor solar berpeluang ditekan signifikan.

Bahkan, merujuk rilis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada Januari 2026, Indonesia diproyeksikan mengalami surplus solar hingga 4 juta ton per tahun mulai 2026.

“Dari sudut pandang DEN, ini merupakan lompatan besar menuju kemandirian energi, khususnya di sektor transportasi,” ujarnya.

Promosi ssco

Meski optimistis, Fadhil mengingatkan agar implementasi B50 tidak dilakukan secara tergesa. Ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan pasokan minyak sawit mentah (CPO), mengelola potensi surplus solar secara tepat, serta memastikan keseimbangan antara kebutuhan pangan dan energi.

Menurut dia, tanpa pengelolaan yang cermat, kebijakan peningkatan blending biodiesel berisiko memunculkan persoalan baru bagi industri sawit dan perekonomian nasional.

Tags:

B50

Berita Sebelumnya
Produksi Sawit Dongkrak Ekonomi Sulawesi Barat Tumbuh 5,36 Persen

Produksi Sawit Dongkrak Ekonomi Sulawesi Barat Tumbuh 5,36 Persen

Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat sepanjang 2025 mencapai 5,36 persen, melampaui capaian tahun sebelumnya yang tercatat 4,76 persen.

10 Februari 2026 | Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *