KONSULTASI
Logo

Produksi Sawit Dongkrak Ekonomi Sulawesi Barat Tumbuh 5,36 Persen

10 Februari 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Produksi Sawit Dongkrak Ekonomi Sulawesi Barat Tumbuh 5,36 Persen
HOT NEWS

sawitsetara.co - MAMUJU — Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat sepanjang 2025 mencapai 5,36 persen, melampaui capaian tahun sebelumnya yang tercatat 4,76 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Barat mencatat lonjakan produksi kelapa sawit sebagai faktor utama yang mendorong kinerja sektor riil dan industri pengolahan di daerah tersebut.

Kepala BPS Sulawesi Barat, Suri Handayani, menyampaikan bahwa pertumbuhan kumulatif dari triwulan I hingga triwulan IV 2025 ditopang oleh peningkatan aktivitas pada sektor pertanian, perkebunan, industri, dan perdagangan. Data tersebut dipaparkan pada Kamis (5/2/2026).

Promosi ssco

Sektor perkebunan menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan, dengan kelapa sawit sebagai komoditas utama. Peningkatan produksi Tandan Buah Segar (TBS) mendorong aktivitas pabrik pengolahan dan memperkuat kontribusi subsektor industri terhadap produk domestik regional bruto (PDRB).

“Peningkatan produksi tanaman perkebunan, khususnya kelapa sawit, menjadi salah satu faktor utama. Komoditas ini merupakan produksi unggulan di Sulawesi Barat, selain cengkeh dan kopi,” ujar Suri.

BPS mencatat kenaikan produksi TBS berdampak langsung pada ekspansi kapasitas industri pengolahan Crude Palm Oil (CPO) dan berbagai produk turunannya. Keterkaitan antara sektor hulu perkebunan dan hilirisasi industri menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Promosi ssco

Selain sawit, peningkatan produksi padi yang terpantau melalui Kerangka Sampel Area (KSA) serta kenaikan komoditas minyak atsiri turut memberi kontribusi positif. Meski sejumlah komoditas perkebunan lain mengalami kontraksi, stabilitas produksi kelapa sawit mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Sulawesi Barat sepanjang 2025.

BPS menilai sinergi antara optimalisasi lahan, kondisi iklim yang mendukung, dan aktivitas industri pengolahan memperkuat struktur ekonomi daerah. Fokus pada komoditas unggulan dinilai berhasil menempatkan sektor perkebunan sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi provinsi tersebut hingga akhir tahun.


Berita Sebelumnya
Beban Baru Sawit, Petani di Rohil Khawatir Harga TBS Kian Tertekan Buntut Penerapan PAP

Beban Baru Sawit, Petani di Rohil Khawatir Harga TBS Kian Tertekan Buntut Penerapan PAP

Wacana penerapan Pajak Air Permukaan (PAP) untuk perkebunan kelapa sawit menuai keberatan dari petani di Rokan Hilir (Rohil), Riau. Meski pajak tersebut diusulkan dikenakan kepada perusahaan, petani menilai dampaknya tetap akan berujung pada penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani.

9 Februari 2026 | Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *