
sawitsetara.co - PEKANBARU — Fluktuasi harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Riau yang kerap terjadi menjelang Lebaran kerap dianggap sebagai pola tahunan. Namun pemerintah daerah menepis anggapan bahwa penurunan harga TBS berkaitan dengan faktor musiman.
Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan di Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Defris Hatmaja, S.P., M.Si., menegaskan, pergerakan harga TBS saat ini sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme pasar dan regulasi, bukan momentum hari raya.
“Dulu iya, bisa mungkin. Tapi semakin ke sini kita sudah berkomitmen, khususnya dari pemerintah Provinsi Riau, untuk memperbaiki tata kelola. Terbukti hari ini harga TBS Riau mengalami kenaikan yang cukup signifikan,” ujar Defris saat ditemui sawitsetara.co di kantor Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Selasa (3/3/2026).
Menurut Defris, pada masa lalu penurunan harga menjelang Lebaran lebih disebabkan oleh lemahnya regulasi dan belum adanya pengawasan terpadu. Kondisi itu, kata dia, kini telah berubah. Pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan—mulai dari perusahaan, asosiasi pekebun, hingga kelompok petani—telah menyepakati perbaikan tata kelola penetapan harga.
“Dulu mungkin karena regulasi belum kuat dan belum ada tim yang mengawasi. Hari ini kita sudah sama-sama berkomitmen. Buktinya, harga TBS plasma minggu ini (periode 4 Maret – 10 Maret 2026) naik 55 rupiah, begitu juga TBS swadaya naik 55 rupiah dibanding minggu sebelumnya,” katanya.
Defris menekankan, penetapan harga TBS di Riau kini mengacu ketat pada regulasi, antara lain Permentan Nomor 13 Tahun 2024 dan Peraturan Gubernur Riau Nomor 77 Tahun 2020 yang mengatur mekanisme penetapan harga. Dalam skema tersebut, hanya ada tiga komponen utama yang menentukan harga.
“Yang menentukan harga TBS itu tiga komponen: indeks K, harga CPO, dan harga kernel. Tidak ada komponen keempat soal musim,” ujarnya.
Ia memastikan, sejak tim penetapan harga bekerja berdasarkan regulasi tersebut, pola musiman tak lagi relevan. Pemerintah daerah, kata Defris, memiliki data yang telah tervalidasi dan terverifikasi sebagai dasar perhitungan harga.
Soal prospek harga pekan berikutnya, Defris menyebut pergerakannya sangat bergantung pada dinamika pasar. “Kalau dalam periode Senin (2/3/2026) sampai Jumat (6/3/2026) harga CPO dan kernel naik, saya pastikan 100 persen harga TBS juga naik. Kalau fluktuatif, kita menyesuaikan,” katanya.
Ia juga menyinggung faktor global, seperti konflik geopolitik, yang berpotensi memengaruhi harga minyak dunia dan berdampak tidak langsung pada harga CPO. Namun pemerintah daerah, kata dia, hanya merujuk pada harga pasar yang terbentuk.
“Harga CPO itu tergantung pasar dunia. Kita tidak bisa menetapkan sendiri. Kalau harga CPO dan kernel bergerak naik, otomatis harga TBS juga naik. Jadi bukan soal situasional atau momentum Lebaran,” tegas Defris.
Daftar Harga TBS Kelapa Sawit Kemitraan Swadaya Riau Periode 4–10 Maret 2026
Umur 3 Th: Rp 2.754,08/kg
Umur 4 Th: Rp 3.069,35/kg
Umur 5 Th: Rp 3.291,63/kg
Umur 6 Th: Rp 3.417,74/kg
Umur 7 Th: Rp 3.495,04/kg
Umur 8 Th: Rp 3.537,09/kg
Umur 9 Th: Rp 3.552,39/kg
Umur 10–20 Th: Rp 3.516,64/kg
Umur 21 Th: Rp 3.458,62/kg
Umur 22 Th: Rp 3.391,46/kg
Umur 23 Th: Rp 3.315,09/kg
Umur 24 Th: Rp 3.257,17/kg
Umur 25 Th: Rp 3.209,76/kg
Umur 26 Th: Rp 3.192,65/kg
Umur 27 Th: Rp 3.166,30/kg
Umur 28 Th: Rp 3.116,25/kg
Umur 29 Th: Rp 3.079,39/kg
Umur 30 Th: Rp 2.995,15/kg.
Daftar Harga TBS Kelapa Sawit Kemitraan Plasma Riau Periode 4–10 Maret 2026
Umur 3 tahun: Rp 2.792,44/kg
Umur 4 tahun: Rp 3.159,13/kg
Umur 5 tahun: Rp 3.346,16/kg
Umur 6 tahun: Rp 3.490,90/kg
Umur 7 tahun: Rp 3.566,85/kg
Umur 8 tahun: Rp 3.608,90/kg
Umur 9 tahun: Rp 3.613,91/kg (tertinggi)
Umur 10–20 tahun: Rp 3.595,31/kg
Umur 21 tahun: Rp 3.539,86/kg
Umur 22 tahun: Rp 3.486,98/kg
Umur 23 tahun: Rp 3.430,21/kg
Umur 24 tahun: Rp 3.368,13/kg
Umur 25 tahun: Rp 3.298,16/kg
Umur 26 tahun: Rp 3.255,88/kg
Umur 27 tahun: Rp 3.213,56/kg
Umur 28 tahun: Rp 3.172,52/kg
Umur 29 tahun: Rp 3.156,67/kg
Umur 30 tahun: Rp 3.143,47/kg.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *