
sawitsetara.co - BOGOR - Direktur Penyaluran Sektor Hulu Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Norman, memaparkan kebijakan penyaluran dana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dalam acara Sosialisasi dan Koordinasi Peremajaan Kelapa Sawit Melalui Kemitraan yang diselenggarakan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan di Bogor, Kamis (9/4/2026).
Dalam paparannya, Norman menyampaikan capaian signifikan program PSR yang terus menunjukkan perkembangan positif. “Penyaluran dana PSR hingga 7 April 2026 telah mencapai Rp13,896 triliun untuk 184.387 pekebun dengan luas 415.370 hektare,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa program PSR menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani sawit. “Program PSR ini bertujuan meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan pekebun secara berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Norman menerangkan bahwa mekanisme penyaluran dana dilakukan secara bertahap guna memastikan akuntabilitas penggunaan dana. “Penyaluran dana dilakukan secara bertahap, masing-masing 50 persen, dengan syarat laporan tanam 100 persen,” tegasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penerapan prinsip keberlanjutan dalam program PSR, termasuk dorongan kepada pekebun untuk memperoleh sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) sejak awal masa produksi.
Dalam kesempatan tersebut, Norman turut mengakui masih adanya berbagai tantangan dalam pelaksanaan program PSR, baik dari sisi administrasi maupun teknis di lapangan. Kendala seperti legalitas lahan, validitas data, hingga lamanya proses perizinan menjadi faktor yang mempengaruhi percepatan program.
Namun demikian, BPDP terus melakukan berbagai upaya perbaikan untuk meningkatkan efektivitas program. “Kami terus mendorong simplifikasi persyaratan agar program ini semakin mudah diakses oleh pekebun,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan perkebunan, serta asosiasi seperti GAPKI dan APKASINDO dalam mendukung keberhasilan program PSR, khususnya melalui skema kemitraan.
Dengan berbagai strategi tersebut, BPDP optimistis program PSR dapat terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani serta keberlanjutan industri kelapa sawit nasional.



Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *