KONSULTASI
Logo

BPS: Agustus 2025, NTP Naik 0,75%, Diantaranya Petani Sawit, Padi dan Bawang Merah

1 September 2025
AuthorIbnu
EditorIbnu
BPS: Agustus 2025, NTP Naik 0,75%, Diantaranya Petani Sawit, Padi dan Bawang Merah
HOT NEWS

sawitsetara.co – JAKARTA – Berbagai langkah terus dilakukan oleh pemerintah untuk menaikan kesejahteraan petani dengan cara meningkatkan harga jual komoditas ditingkat petani. Alhasil berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) nasional meningkat 0,76% menjadi 123,57 pada Agustus 2025 dari sebelumnya 122,64 pada Juli 2025.

“Peningkatan NTP terjadi karena Indeks Harga yang Diterima Petani (lt) naik 0,84 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (lb) naik sebesar 0,08 persen,” kata Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini di Jakarta.

Artinya, Indeks Harga yang Diterima Petani (lt) menjadi 153,95 dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (lb) menjadi 124,58. Adapun komoditas yang mendominasi kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (lt) nasional adalah kelapa sawit, jagung, gabah dan bawang merah.

Bila ditinjau berdasarkan subsektor, yang mengalami peningkatan NTP tertinggi adalah subsektor tanaman pangan (NTPP) sebesar 2,40%, sehingga berubah dari 110,99 pada Juli menjadi 113,65 pada Agustus 2025.

Kenaikan itu berkat peningkatan Indeks Harga yang Diterima Petani (lt) 2,31 persen dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (lb) turun 0,09%.

Pada subsektor ini, komoditas yang dominan mempengaruhi peningkatan Indeks Harga yang Diterima Petani (lt) adalah gabah, jagung, ketela rambat dan kacang hijau.


Puasa

Lebih lanjut, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya hilirisasi pertanian sebagai kunci peningkatan kesejahteraan petani dan penguatan ekonomi nasional. Sebab harus diakui bahwa hilirisasi mampu menyerap hingga 1,6 juta tenaga kerja baru, sekaligus membuka peluang besar bagi peningkatan NTP.

Amran menjelaskan, pembangunan hilirisasi tidak hanya berhenti pada pangan pokok, tetapi juga perkebunan seperti kelapa sawit, kopi, kakao, pala, kelapa hingga mete. Produk-produk tersebut dinilai memiliki potensi ekspor bernilai tinggi dan mampu menopang devisa negara.



Puasa

Berita Sebelumnya
Ini Penyebabnya Banyak Petani Sawit Belum Sertifikasi ISPO

Ini Penyebabnya Banyak Petani Sawit Belum Sertifikasi ISPO

Sawitsetara.co –  Aѕоѕіаѕі Pеtаnі Kelapa Sаwіt Indоnеѕіа (Aрkаѕіndо) mеmараrkаn ѕеjumlаh реnуеbаb ре

16 Januari 2022 | Edukasi

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *