
sawitsetara.co - JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPP APKASINDO) menerima kunjungan delegasi dari Guangxi, China, di kantor DPP APKASINDO, Jakarta, Jumat (8/5/2026). Kunjungan tersebut menjadi momentum awal penjajakan kerja sama di bidang teknologi dan pengembangan sektor perkebunan kelapa sawit.
Head of International Relation APKASINDO Dr. (cn) Djono A. Burhan, S.Kom, MMgt (Int. Bus), CC, CL, menjelaskan, delegasi yang hadir berasal dari berbagai unsur pemerintahan dan kalangan profesional di Guangxi, China.
“Jadi, kita tadi mendapatkan kunjungan dari pemerintah Guangxi, China. Yang menghadiri itu berbagai lintas pemerintah. Ada dari pemerintah, ada ahli agrikultur, dan juga ahli teknologi,” ujar Djono kepada sawitsetara.co, Jumat (8/5/2026).

Menurutnya, delegasi tersebut datang untuk lebih mengenal APKASINDO sebagai organisasi petani kelapa sawit terbesar di Indonesia. Dalam pertemuan itu, APKASINDO juga memperkenalkan berbagai program dan peran organisasi dalam mendukung kesejahteraan petani sawit nasional.
Djono mengatakan, delegasi Guangxi mengapresiasi sambutan hangat yang diberikan APKASINDO selama kunjungan berlangsung.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum V APKASINDO Bidang Promosi, Media, Pemasaran, Hubungan Internasional dan Diplomasi Sawit, Qayuum Amri, SS, menyebutkan bahwa pertemuan tersebut membuka peluang besar kerja sama antara APKASINDO dengan pihak China.
“Dari APKASINDO mengharapkan ada kerja sama dengan kedatangan delegasi China. Ada banyak prospek dan potensi yang bisa dikerjasamakan di bidang AI, kemudian juga di bidang drone dan teknologi yang bisa meningkatkan produktivitas sawit, khususnya di kalangan petani,” katanya.

Qayuum berharap, kerja sama tersebut nantinya dapat diwujudkan dalam bentuk program konkret yang mampu mendukung peningkatan produktivitas sekaligus efisiensi biaya produksi petani kelapa sawit.
“Harapannya ke depan kerja sama ini bisa terwujud dan kedua negara bisa saling mendukung melalui berbagai potensi kerja sama yang dibangun masing-masing pihak,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Djono juga mengungkapkan bahwa pihak Guangxi berencana mengundang APKASINDO untuk berkunjung ke China dalam waktu mendatang. Menurut Djono, Guangxi memiliki posisi strategis karena telah dipercaya pemerintah China sebagai “gateway to ASEAN” atau gerbang menuju kawasan ASEAN.
“APKASINDO melihat Guangxi sangat potensial karena posisinya strategis dan berbatasan langsung dengan Vietnam,” ujarnya.

Ia menambahkan, APKASINDO melihat China sebagai negara yang maju dalam bidang mekanisasi pertanian dan teknologi kecerdasan buatan (AI). Sehingga, kata dia, berpotensi membantu petani sawit Indonesia dalam meningkatkan efisiensi usaha perkebunan, seperti arahan Ketua Umum DPP APKASINDO Dr. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA., C.APO.
“Kami yakin China sangat terdepan dalam mekanisasi dan teknologi AI. Kami melihat itu bisa menjadi peluang untuk menekan beban produksi petani kelapa sawit sehingga petani sawit lebih sejahtera,” pungkasnya.
Tags:



Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *