KONSULTASI
Logo

Apkasindo Rakor Dorong Percepatan PSR di Zona 4 Sulawesi, Soroti Sebab Penurunan Capaian Nasional

1 Mei 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Apkasindo Rakor Dorong Percepatan PSR di Zona 4 Sulawesi, Soroti Sebab Penurunan Capaian Nasional
HOT NEWS

sawitsetara.co – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Apkasindo menggelar diskusi melalui Zoom Meeting bersama Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Apkasindo Zona 4 yang meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo. Diskusi tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua Umum II DPP Apkasindo, Ir. HM. Yunus, dengan fokus utama pada program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan program sarana prasarana (sarpras).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua Umum DPP Apkasindo, Dr. Ir. Gulat Medali Emas Manurung, MP., C.IMA.

Dalam arahannya, Dr. Gulat memberikan tips kepada Ketua-Ketua Apkasindo se-Sulawesi dalam meningkatkan serapan PSR. “Mulai dari poktan atau koperasi yang sudah siap secara administrasi kelembagaan. Tidak perlu 300–500 hektare, 50 hektare saja yang bisa PSR langsung didampingi. Jika tidak memiliki ahli peta, DPP akan langsung mengirimkan ahlinya, Dr. Riadi Mustafa,” ujarnya.

Dr. Gulat juga menyampaikan dinamika terkini perkelapasawitan nasional, khususnya terkait rencana mandatori B50. Ia menegaskan pentingnya dukungan terhadap kebijakan tersebut, dengan tetap menyuarakan penyederhanaan persyaratan PSR. “Dengan PSR, petani sawit berperan dalam menyukseskan kemandirian energi,” lanjutnya.

Sawit Setara Default Ad Banner

Terkait sawit petani dalam kawasan hutan, Dr. Gulat menjelaskan bahwa telah banyak kemajuan dalam upaya memberikan jalur afirmasi kepada petani. Saat ini, regulasi teknisnya sedang dibahas di Kementerian Bappenas melalui Satgas PSN Sawit, di mana Apkasindo menjadi salah satu anggotanya sebagai perwakilan stakeholder sawit. “Kita tunggu saja. Yang pasti, Bapak Presiden Prabowo sangat mendukung keberadaan petani sawit,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, M. Yunus mengungkapkan bahwa capaian PSR secara nasional masih berada di bawah target yang telah ditetapkan. Bahkan, dalam tiga tahun terakhir, luas realisasi PSR mengalami penurunan. “Target tahap pertama PSR nasional pada tahun 2026 ditetapkan sebesar 50.000 hektare, namun capaian saat ini masih belum optimal,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Apkasindo terus berupaya mendorong percepatan PSR melalui penyediaan bibit unggul serta dukungan sarana dan prasarana perkebunan, seperti benih, pupuk, pestisida, alat transportasi, hingga infrastruktur pengolahan hasil. Bantuan tersebut diberikan untuk kegiatan ekstensifikasi maupun intensifikasi, dengan prioritas pada wilayah perbatasan, pascakonflik, pascabencana, serta daerah tertinggal.

Selain itu, M. Yunus juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan petani guna mempermudah akses terhadap teknologi, bantuan, serta pendampingan dalam proses sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Ia menambahkan bahwa DPP Apkasindo akan terus melakukan pendampingan mulai dari tahap sosialisasi, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi program PSR.

Tags:

APKASINDO

Berita Sebelumnya
Dukung PKS Komersial, Guru Besar IPB Sarankan Pabrik Sawit ke Depan Tak Terintegrasi dengan Kebun

Dukung PKS Komersial, Guru Besar IPB Sarankan Pabrik Sawit ke Depan Tak Terintegrasi dengan Kebun

Menurutnya, justru skema PKS tanpa kebun atau PKS komersial perlu diperkuat karena mampu menciptakan sistem ekonomi yang lebih adil dan inklusif bagi petani.

30 April 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *