KONSULTASI
Logo

Gubernur Kaltim: IOPS Forum 2026 Momentum Perkuat Peran Petani Sawit Global

28 Agustus 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Gubernur Kaltim: IOPS Forum 2026 Momentum Perkuat Peran Petani Sawit Global

sawitsetara.co - NUSANTARA - Gubernur Kalimantan Timur Dr. H. Rudy Mas’ud, SE., ME. Menyambut positif penyelenggaraan International Oil Palm Smallholders Forum (IOPS Forum) 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Forum tersebut dinilai menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi petani sawit lintas negara sekaligus mendorong pengembangan sawit yang memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Sambutan Rudy disampaikan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Provinsi Kalimantan Timur, Ir. Ujang Rachmad, M.Si., dalam pembukaan IOPS Forum 2026, Kamis (28/8/2026).

Rudy mengatakan pertemuan petani sawit dari berbagai negara menunjukkan kuatnya semangat untuk membangun kerja sama dalam mengembangkan industri sawit secara berkelanjutan.

“Bapak dan Ibu bersatu suara, Bapak dan Ibu bekerja sama lintas negeri,” kata Ujang membacakan sambutan Rudy.

Menurut Rudy, penyelenggaraan forum internasional di IKN memiliki makna penting bagi Kalimantan Timur. Kehadiran delegasi dari berbagai negara menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus membangun jejaring kerja sama yang lebih luas.

“Bapak dan Ibu mendapatkan penghormatan dari kami dalam acara pembangunan nasional ini,” ujarnya.

Rudy menilai kelapa sawit memiliki peran strategis dalam perekonomian Kalimantan Timur. Perkembangan sektor tersebut menunjukkan besarnya potensi sawit untuk terus dikembangkan sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.

Dalam sambutannya disebutkan produksi kelapa sawit di Kalimantan Timur telah mencapai sekitar 5 juta. Angka tersebut, menurut Rudy, memperlihatkan besarnya kapasitas daerah dalam pengembangan komoditas sawit.

“Angka ini menunjukkan bagaimana Kalimantan Timur memiliki potensi yang sangat kuat,” kata dia.

Bangun Ekosistem Sawit yang Kuat

Rudy mengatakan besarnya potensi sawit perlu diikuti dengan pembangunan ekosistem perkebunan yang semakin kuat. Pemerintah daerah, petani, perusahaan dan pemangku kepentingan lainnya perlu bergerak bersama agar pertumbuhan industri memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Karena itu, penguatan kelembagaan petani menjadi salah satu hal yang dinilai penting. Organisasi petani dapat menjadi ruang bersama untuk memperluas akses informasi, meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha, sekaligus memperkuat posisi tawar petani.

“Kita harus menjadikan organisasi sebagai rumah bersama, ruang yang sehat tempat mereka mendapatkan informasi, memperkuat posisi tawar, dan memperjuangkan kepentingan di depannya,” ujar Ujang.

Menurut Rudy, kelembagaan yang kuat akan membuat petani memiliki kapasitas lebih baik dalam mengelola usaha perkebunan dan membangun hubungan dengan berbagai pihak.

Ia juga mendorong peningkatan akses petani terhadap pendampingan teknis, pembiayaan, perlindungan dan pasar. Dengan dukungan tersebut, perkebunan rakyat diharapkan semakin produktif dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi keluarga petani.

Sawit Dorong Ekonomi Daerah

Rudy menegaskan pembangunan perkebunan sawit harus diarahkan untuk memperkuat perekonomian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

DPP

Menurut dia, kepastian dan kualitas pengembangan perkebunan perlu terus diperkuat sehingga aktivitas perkebunan mampu memberikan manfaat nyata bagi keluarga dan daerah.

“Pengembangan harus menggerakkan ekonomi dan memberikan keperluan nyata bagi keluarga kita,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Rudy juga menyampaikan pentingnya tata kelola yang jelas, transparan dan profesional. Prinsip tersebut diperlukan agar pertumbuhan perkebunan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

“Kita harus transparan dan berkembang,” ujar dia.

Ia berharap IOPS Forum 2026 tidak berhenti sebagai forum pertemuan, tetapi melahirkan gagasan dan kerja sama konkret bagi kemajuan petani sawit. Kolaborasi lintas negara diharapkan dapat memperkuat posisi petani sekaligus membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam pengelolaan perkebunan.

“Kita harus membangun dasar kepentingan, memperkuat dan memperjuangkan kepentingan,” kata Rudy.

Rudy optimistis penguatan kerja sama antarpelaku sawit, baik di tingkat nasional maupun internasional, dapat menjadi bagian dari upaya membangun industri sawit yang semakin kuat, produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Semoga forum ini bisa mendekatkan dan menyelesaikan permasalahan yang tersebut,” ujarnya.

IOPS Forum 2026 di IKN menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan petani sawit Indonesia dengan petani dari berbagai negara. Pertemuan tersebut sekaligus memperkuat pesan bahwa pengembangan industri sawit ke depan membutuhkan kolaborasi, penguatan petani dan tata kelola yang semakin baik.

DPP

Pelaksanaan agenda yang ditaja DPP APKASINDO ini juga mendapat dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Dukungan tersebut sejalan dengan penguatan kerja sama dan aliansi petani sawit internasional, khususnya melalui forum yang mempertemukan organisasi petani dari berbagai negara.

Dukungan BPDP juga relevan dengan agenda penguatan diplomasi petani terhadap isu ketelusuran dan standar keberlanjutan, termasuk mendorong keterlibatan petani dalam pembahasan standar dan kebijakan sawit di tingkat global.

Selain itu, agenda IOPS Forum 2026 membawa pesan mengenai manfaat sawit untuk kesejahteraan petani, penciptaan lapangan kerja, dan pembangunan wilayah. Hal tersebut memperkuat posisi petani sebagai bagian penting dari ekosistem industri sawit yang tidak hanya berperan dalam produksi, tetapi juga dalam menopang perekonomian dan pembangunan di wilayah sentra perkebunan.

Tags:

IOPS

Berita Sebelumnya
Petani Harus Jadi Bagian Utama Industri Sawit

Petani Harus Jadi Bagian Utama Industri Sawit

Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjenbun, Kementerian Pertanian, Dr. Iim Muharam, S.P., M.P., mengatakan petani harus menjadi bagian utama dalam transformasi industri kelapa sawit. Pemerintah, kata dia, perlu membangun ekosistem yang membuat petani lebih produktif, sejahtera, profesional, dan terintegrasi dengan rantai bisnis sawit.

27 Agustus 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *