KONSULTASI
Logo

Harga CPO Terkoreksi Usai Reli 4 Hari, Aksi Ambil Untung dan Tekanan Global Bayangi Pergerakan

2 April 2026
AuthorDwi Fatimah
EditorDwi Fatimah
Harga CPO Terkoreksi Usai Reli 4 Hari, Aksi Ambil Untung dan Tekanan Global Bayangi Pergerakan

sawitsetara.co - Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) akhirnya terkoreksi setelah mencatat reli kuat selama empat hari berturut-turut. Pada perdagangan Rabu (1/4/2026), kontrak CPO untuk pengiriman tiga bulan di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup di level MYR 4.768 per ton, turun 1,24% dibandingkan hari sebelumnya.

Penurunan ini terjadi setelah lonjakan signifikan sebesar 9,4% dalam empat hari terakhir, memicu aksi ambil untung (profit taking) dari pelaku pasar. Koreksi ini dinilai sebagai pergerakan wajar di tengah euforia kenaikan harga yang cukup tajam dalam waktu singkat.

Selain faktor teknikal, tekanan juga datang dari pergerakan harga minyak nabati global. Harga minyak kedelai di bursa Dalian, China, tercatat turun 1,59%, sementara di Chicago Board of Trade (CBOT), Amerika Serikat, melemah 1,16%. Pelemahan ini membuat CPO kehilangan daya saing, mengingat kedua komoditas tersebut bersifat substitusi di pasar internasional.

Dari sisi makro, penguatan nilai tukar ringgit Malaysia turut menjadi beban tambahan bagi harga CPO. Mata uang tersebut terapresiasi 0,54% terhadap dolar AS, yang secara otomatis membuat harga CPO menjadi lebih mahal bagi investor global yang bertransaksi menggunakan mata uang lain.

Sawit Setara Default Ad Banner

Secara teknikal, tren CPO sebenarnya masih berada di jalur bullish. Indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di level 63, menandakan momentum kenaikan masih cukup terjaga. Sementara itu, Stochastic RSI berada di level 59, menunjukkan posisi beli (long) meski belum terlalu kuat.

Namun demikian, potensi koreksi jangka pendek masih terbuka. Level support terdekat berada di MYR 4.648 per ton yang merupakan Moving Average (MA) 10. Jika tekanan berlanjut dan level ini ditembus, harga berpeluang turun ke MYR 4.554 per ton, bahkan hingga MYR 4.245 per ton sebagai skenario terburuk.

Di sisi lain, jika harga mampu bangkit, level resisten terdekat berada di MYR 4.869 per ton. Penembusan level ini dapat membuka jalan menuju kisaran MYR 4.899 hingga MYR 4.970 per ton.

Dengan kombinasi sentimen global, pergerakan mata uang, serta dinamika teknikal, arah harga CPO dalam jangka pendek diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif, dengan kecenderungan konsolidasi setelah reli tajam sebelumnya.


Berita Sebelumnya
Harga TBS Swadaya Riau Awal April Hampir Sentuh Rp4.000 per Kg

Harga TBS Swadaya Riau Awal April Hampir Sentuh Rp4.000 per Kg

Dalam penetapan periode 1–7 April 2026, harga TBS untuk kelompok umur produktif mendekati level Rp4.000 per kilogram, seiring kenaikan harga crude palm oil (CPO) dan kernel di pasar.

1 April 2026Harga TBS

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *