KONSULTASI
Logo

Harga TBS Kelapa Sawit Sumatra Selatan Periode I Januari 2026

13 Januari 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorDwi Fatimah
Harga TBS Kelapa Sawit Sumatra Selatan Periode I Januari 2026
HOT NEWS

sawitsetara.co - PALEMBANG — Tim Penetapan Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit Provinsi Sumatra Selatan secara resmi menetapkan daftar harga TBS untuk Periode I bulan Januari 2026, yang berlaku untuk pembelian petani mulai 12 sampai 20 Januari 2026.

Keputusan ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Dinas Perkebunan Sumatra Selatan (Sumsel), Mukpakanisin, pada Senin (12/1/2026).

puasa

Dalam rapat yang digelar, ditetapkan rata-rata harga crude palm oil (CPO) pada awal tahun ini sebesar Rp13.877,17 per kg, sedangkan harga inti (kernel) ditetapkan Rp10.725,35 per kg dengan besaran indeks K sebesar 92,53%, serta nilai cangkang Rp18,16 per kg.

“Dan dari kesepakatan, harga inti ditetapkan sebesar Rp10.725,35 per kg dengan besaran indeks K 92,53% dan nilai cangkang Rp18,16 per kg,” ujarnya.

puasa

Daftar Harga TBS Sawit Sumsel Periode I Januari 2026

Berikut rincian harga TBS menurut umur tanaman:

Umur 3 tahun: Rp2.860/kg

Umur 4 tahun: Rp2.949/kg

Umur 5 tahun: Rp3.083/kg

Umur 6 tahun: Rp3.121/kg

Umur 7 tahun: Rp3.121/kg

Umur 8 tahun: Rp3.223/kg

Umur 9 tahun: Rp3.282/kg

Umur 10–20 tahun: Rp3.390/kg

Umur 21 tahun: Rp3.378/kg

Umur 22 tahun: Rp3.382/kg

Umur 23 tahun: Rp3.358/kg

Umur 24 tahun: Rp3.261/kg

Umur 25 tahun: Rp3.270/kg

Harga ini akan berlaku untuk periode pembelian 12–20 Januari 2026. “Rapat penetapan periode II akan dilakukan pada Selasa (20/1/2026),” lanjut Mukpakanisin.

Tags:

harga TBS

Berita Sebelumnya
Sawit Penyumbang Ekspor Pertanian

Sawit Penyumbang Ekspor Pertanian

“Kelapa sawit menjadi penyumbang terbesar dengan nilai sekitar Rp468,64 triliun atau sekitar 75 persen ekspor pertanian, disusul kopi, kakao, serta komoditas lain seperti karet, kelapa, lada, pala, dan jambu mete yang memperkuat basis ekonomi daerah dan pendapatan petani,” ungkap Kuntoro Boga Andri, Direktur Hilirisasi Hasil Perkebunan, Kementerian Pertanian.

12 Januari 2026 | Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *