
sawitsetara.co - JAKARTA — International Oil Palm Smallholders (IOPS) Forum 2026 menjadi momentum penting untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat kerja sama petani sawit, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Ketua DPW APKASINDO Sulawesi Tengah, Siswanto, S.IP., mengatakan forum tersebut menjadi kesempatan bagi petani untuk bertukar pengalaman sekaligus menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di daerah.
Menurutnya, IOPS semakin strategis karena menghadirkan petani dan pemangku kepentingan dari sejumlah negara, seperti Malaysia Semenanjung, Malaysia Bornea, Thailand, Ghana, Nigeria, Honduras, Pantai Gading, dan lain-lain.
“Ajang silaturahmi IOPS ini mempererat persaudaraan kita sesama petani sawit, khususnya secara nasional maupun internasional. Event seperti ini sangat jarang terjadi, apalagi Indonesia menjadi tuan rumah,” ujar Siswanto kepada sawitsetara.co, Senin (24/8/2026).
Salah satu isu yang akan menjadi perhatian Siswanto adalah ketimpangan harga tandan buah segar (TBS) antara wilayah barat dan timur Indonesia. Ia berharap forum tersebut dapat menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai mekanisme harga TBS dan mendorong penguatan posisi petani.
Selain harga TBS, Siswanto berharap IOPS menghasilkan pembahasan konkret mengenai produktivitas, tata kelola perkebunan, keberlanjutan, serta penguatan posisi petani dalam industri sawit.
Siswanto mengajak seluruh petani sawit untuk menyukseskan IOPS Forum 2026. Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas petani sawit nasional dan internasional.
“Mari kita semarakkan dan semangati IOPS. Ini kerja kita bersama untuk memperkuat persaudaraan sesama petani sawit,” ujarnya.
IOPS Forum 2026 akan berlangsung pada 27–29 Agustus 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Forum yang digelar DPP APKASINDO ini mempertemukan petani dan pemangku kepentingan dari Indonesia serta sejumlah negara produsen sawit.
Tags:


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *