KONSULTASI
Logo

Jelang B50, Mentan Amran Kumpulkan 170 Bupati Penghasil Sawit

20 April 2026
AuthorIbnu
EditorIbnu
Jelang B50, Mentan Amran Kumpulkan 170 Bupati Penghasil Sawit
HOT NEWS

sawitseara.co - JAKARTA – Jelang implementasi biodiesel 50% berbahan baku kelapa sawit atau dikenal dengan B50 maka Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengumpulkan 170 Bupati yang daerahnya mempunyai lahan kelapa sawit. Hal ini dilakukannya untuk mendorong produksi crude palm oil (CPO) guna memenuhi kebutuhan B50.

“B50 ini kolaborasi antar kementerian. Kita berkolaborasi agar bisa memenuhi B50. 1 Juli jalan dan target kita tahun ini tidak impor solar 5 juta ton. Pertama pangan aman, protein sudah aman, solar tidak impor 5 juta ton tahun ini, berikutnya etanol,” ungkap Amran di Jakarta (20/4/2026).

Kinerja ekspor CPO dan produk turunannya kembali menegaskan kekuatan Indonesia sebagai pemain utama global. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor CPO dan turunannya pada Januari–Februari 2026 mencapai US$4,69 miliar, melonjak 26,40% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$3,71 miliar.

Lonjakan ini tidak hanya terlihat dari nilai, tetapi juga volume. Ekspor meningkat dari 3,33 juta ton menjadi 4,54 juta ton pada periode yang sama. Kenaikan tersebut menunjukkan permintaan global terhadap produk berbasis sawit Indonesia masih sangat kuat, sekaligus mempertegas daya saing komoditas ini di pasar internasional.


Sawit Setara Default Ad Banner

Dari sisi perdagangan, ekspor produk sawit Indonesia sepanjang 2025 juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat kuat. Volume ekspor mencapai 32,34 juta ton atau naik 9,51%, dengan nilai menembus US$35,87 miliar, melonjak 29,23% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kalau CPO kita olah menjadi margarin, kosmetik, dan produk turunan lainnya, dunia akan sangat bergantung pada Indonesia. Kita kuasai lebih dari 60% pasar dunia. Artinya Indonesia sangat menentukan,” ujar Amran.

Lebih lanjut, Amran menjelaskan, pengalihan sebagian CPO untuk kebutuhan energi tidak mengurangi ketersediaan bahan baku minyak goreng di dalam negeri. “Sebab untuk B50 ini bukan diambil dari minyak goreng, tapi dari ekspor. Nggak ada hubungannya, kan?” kata Amran.

Amran juga menjelaskan bahwa Indonesia sebagai produsen minyak sawit mentah (CPO) terbesar dunia menguasai sekitar 60 persen pasar global, dengan volume ekspor awal sekitar 26 juta ton sebelum sebagian dialihkan untuk kebutuhan energi domestik.

Dari jumlah tersebut, sekitar 5,3 juta ton digunakan untuk biofuel (B50) guna menghentikan impor solar, sekaligus memberikan manfaat berupa penghematan devisa dan penguatan kemandirian energi nasional.


Sawit Setara Default Ad Banner

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, “sebagai bagian dari upaya kemandirian energi dan efisiensi energi, pemerintah menerapkan kebijakan B50. Ini mulai berlaku 1 Juli 2026.”

Lebih lanjut, Airlangga juga mengungkapkan bahwa Pertamina juga sudah siap untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut. Kebijakan penerapan B50, kata Airlangga, berpotensi mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) fosil sebanyak 4 juta kiloliter (KL) dalam satu tahun.

“Tentu ini dalam enam bulan akan ada penghematan dari fosil dan juga ada penghematan subsidi daripada biodiesel yang diperkirakan nilainya Rp48 triliun,” ungkap Airlangga.



Berita Sebelumnya
APKASINDO Jambi Soroti Wacana Penutupan PKS Tanpa Kebun, Musibah Besar Bagi Petani Sawit Swadaya

APKASINDO Jambi Soroti Wacana Penutupan PKS Tanpa Kebun, Musibah Besar Bagi Petani Sawit Swadaya

Kasriwandi mengungkapkan bahwa mayoritas petani sawit di Indonesia merupakan petani swadaya yang sangat bergantung pada keberadaan PKS mandiri untuk menjual hasil panen mereka.

19 April 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *