KONSULTASI
Logo

Limbah Tandan Kosong Sawit Berpotensi Jadi Material Baterai Lithium-Ion

28 Juli 2026
AuthorHendrik Khoirul
EditorHendrik Khoirul
Limbah Tandan Kosong Sawit Berpotensi Jadi Material Baterai Lithium-Ion

sawitsetara.co - JAKARTA — Limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang selama ini banyak menjadi sisa produksi perkebunan berpotensi dimanfaatkan sebagai material anoda baterai lithium-ion. Potensi tersebut ditunjukkan melalui penelitian mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sumatera Utara (USU) yang mengolah TKKS menjadi Graphene Quantum Dots (GQD) untuk meningkatkan performa elektrokimia baterai.

Penelitian itu dilakukan Tim IONEX FMIPA USU yang terdiri atas Desti Damai Hati Gea, Fairutzh Divhany Akbar, Khalya Rosida Amri, dan Tio Roito Siregar di bawah bimbingan dosen Departemen Fisika FMIPA USU, Dr. Ir. Zikri Noer, S.Si., M.Si.

Riset mereka dipresentasikan dalam ajang Pekan Riset Sawit (PERISAI) 2026 yang diselenggarakan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di Jakarta pada 20–21 Juli 2026. Melalui penelitian berjudul Synthesis of GQD Based on Oil Palm Empty Fruit Bunches as Lithium-ion Battery Anodes to Enhance Electrochemical Performance, tim berhasil meraih Juara III Nasional sekaligus penghargaan Best Poster Kategori Bioenergi.

Apj

Penelitian tersebut memanfaatkan tandan kosong kelapa sawit sebagai bahan dasar pembuatan Graphene Quantum Dots yang kemudian digunakan sebagai material anoda baterai lithium-ion. Material itu dinilai mampu meningkatkan performa elektrokimia baterai sekaligus memberi nilai tambah bagi limbah industri kelapa sawit yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Pemanfaatan TKKS sebagai bahan baku material maju juga dinilai sejalan dengan pengembangan energi terbarukan, penerapan ekonomi sirkular, serta upaya mempercepat hilirisasi industri kelapa sawit melalui teknologi material berkelanjutan.

Keberhasilan riset tersebut diraih setelah melalui seleksi ketat. Dari 1.433 proposal penelitian yang diajukan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia, hanya 40 proposal yang lolos pendanaan dan seleksi nasional. Tim IONEX kemudian masuk dalam 10 besar finalis sebelum akhirnya meraih posisi ketiga.

Selain Juara III Nasional, penelitian itu juga memperoleh penghargaan Best Poster Kategori Bioenergi. Penghargaan diberikan kepada karya yang dinilai unggul dari sisi kualitas presentasi, tingkat kebaruan (novelty), serta kontribusinya terhadap pengembangan energi berkelanjutan berbasis sumber daya lokal.

Apj

Ketua Tim IONEX, Desti Damai Hati Gea, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari proses penelitian, penyusunan karya ilmiah, hingga presentasi di hadapan dewan juri.

”Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Semoga hasil penelitian yang kami lakukan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan teknologi energi di Indonesia serta menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi melalui riset,” ujarnya.

Dosen pembimbing tim, Dr. Ir. Zikri Noer, S.Si., M.Si., mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa komoditas strategis nasional seperti kelapa sawit memiliki potensi besar menghasilkan inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan masa depan, termasuk pada sektor penyimpanan energi dan material maju.

Ia berharap capaian itu dapat mendorong lahirnya lebih banyak penelitian berkualitas dari FMIPA USU yang memberikan manfaat bagi masyarakat, industri, serta pengembangan energi nasional.

Keberhasilan Tim IONEX sekaligus memperkuat komitmen FMIPA USU dalam membangun budaya riset, mendorong inovasi lintas disiplin ilmu, serta menghasilkan karya ilmiah yang mampu menjawab tantangan di bidang energi, lingkungan, dan hilirisasi industri kelapa sawit Indonesia.

Tags:

limbah sawit

Berita Sebelumnya
Riset Pulau Pohon di Lanskap Sawit Raih Juara Nasional Jerman dalam Frontiers Planet Prize 2026

Riset Pulau Pohon di Lanskap Sawit Raih Juara Nasional Jerman dalam Frontiers Planet Prize 2026

Penelitian tentang cara meningkatkan keanekaragaman hayati di lanskap perkebunan kelapa sawit mengantarkan akademisi Indonesia ke panggung penghargaan ilmiah internasional.

27 Juli 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *