KONSULTASI
Logo

Menjaga Sawit, Menjaga Wanita dan Menjaga Indonesia

26 Maret 2026
AuthorIbnu
EditorIbnu
Menjaga Sawit, Menjaga Wanita dan Menjaga Indonesia
HOT NEWS

sawitsetara.co - JAKARTA – Benar bahwa sektor kelapa sawit menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit yakni sebanyak 16,5 juta tenaga kerja, yang terdiri dari 9,7 juta tenaga kerja langsung (petani rakyat dan karyawan perusahaan) serta 6,8 juta tenaga kerja tidak langsung di sektor penunjang seperti logistik dan sarana produksi, menurut data terbaru.

Bahkan dari angka tersebut tidak sedikit pekerja wanita di sektor sawit baik yang bekerja di off-farm seperti di kantor sawit ataupun di on-farm seperti menyiram pembibitan sawit ataupun memberikan pupuk.

Meski begitu, industri sawit tetap memiliki komitmen dalam mewujudkan prinsip kesetaraan bagi wanita pekerja termasuk dalam hal keadilan akses, kesempatan kerja, serta pemenuhan hak-hak tenaga kerja tanpa diskriminasi.


Idul Fitri

Industri sawit terus berupaya untuk mengoptimalkan potensi sumber daya manusia (SDM), termasuk perempuan pekerja. Prinsip kesetaraan di industri sawit diwujudkan dengan tetap memperhatikan aspek-aspek kekhasan wanita.

"Kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan itu memang harus setara, tetapi kita juga harus mempertimbangkan kekhasan perempuan dari sisi kecocokan pekerjaan hingga kekuatan fisik perempuan," kata Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Sumarjono Saragih. Kamis (26/3/2026).

Sumarjono yang juga sebagai Komisari BPJS Ketenagakerjaan mengungkapkan, perempuan pekerja di industri kelapa sawit umumnya bekerja di bagian perawatan dan administrasi yang relatif memiliki tingkat beban kerja fisik lebih ringan.

Di sektor hulu, perempuan bekerja sebagai pemanen dan pengumpul brondolan, sedangkan di sektor hilir menjadi anggota koperasi atau pengelola lahan plasma.

Bahkan 86% tenaga kerja dalam proses produksi kelapa sawit didominasi oleh perempuan khususnya pada tahapan awal dalam rantai pasok.

Mereka banyak terlibat dalam aktivitas seperti pemupukan, penyiangan gulma, penyemprotan pestisida, hingga pengumpulan hasil panen kelapa sawit.


Idul Fitri

Sehingga dalam perlindungan tenaga kerja, Sumarjono memastikan tidak terdapat perbedaan perlakuan antara pekerja laki-laki dan perempuan, karena perlindungan serta pemenuhan hak merupakan hak dasar setiap pekerja yang harus diberikan secara setara tanpa memandang gender.

"Walaupun perempuan punya kekhasan sendiri karena berkaitan dengan reproduksi seperti cuti hamil dan cuti haid. Akan tetapi, yang sifatnya hak universal, hak tentang jaminan sosial, hak tentang kondisi kerja yang aman, itu sama saja antara laki-laki dan perempuan," ungkap Sumarjono.

Sumarjono menambahkan industri kelapa sawit menggagas pembentukan komite perempuan di lingkungan kerja sebagai upaya untuk memastikan terwujudnya kesetaraan gender secara optimal.


Idul Fitri

Keberadaan komite tersebut berperan penting untuk mendeteksi secara dini sekaligus mencegah berbagai risiko yang dapat merugikan, membahayakan, maupun mengurangi pemenuhan hak-hak perempuan pekerja.

"Kalau ada perempuan di direksi, dialah pemimpinnya. Ini adalah wadah atau kelompok yang ada di tempat kerja untuk mewadahi aspirasi, keluhan, pengaduan perempuan pekerja," jelas Sumarjono.

Jadi, lanjut Sumarjono, dengan menjaga komoditas kelapa sawit itu sama saja dengan menjaga wanita dan juga termasuk menjaga Indonesia tercinta ini. Sebab tidak sedikit yang mengganttungkan hidupnya dari kelapa sawit baik pria ataupun wanita.

Artinya dengan menjaga sawit sama saja dengan menjaga wanita dan menjaga Indonesia. “Jadi dalam hal ini jangan sampai sawit mati. Artinya dengan menjaga sawit sama dengan menjaga Indonesia,” pungkas Sumarjono.



Berita Sebelumnya
BRIN Ciptakan Inacell dari Limbah Sawit Jadi  Bernilai Tinggi

BRIN Ciptakan Inacell dari Limbah Sawit Jadi Bernilai Tinggi

Inacell merupakan produk mikrokristalin selulosa (MCC) hasil inovasi BRIN yang diolah dari limbah padat industri kelapa sawit, khususnya tandan kosong sawit atau tangkos.

25 Maret 2026Berita

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *